Download Joker123 idnlive agen joker123 Agen Togel IDN Live situs slot online bocoran hk

Hari Batik Nasional Menkop UKM Puji Cara Banyuwangi Kembangkan UMKM Batik

Hari Batik Nasional Menkop UKM Puji Cara Banyuwangi Kembangkan UMKM Batik

Hari Batik Nasional Menkop UKM Puji Cara Banyuwangi Kembangkan UMKM Batik – Masduki mengapresiasi perkembangan batik Banyuwangi. Teten juga mendorong pemerintah kabupaten terus menggerakkan ekonomi kreatif untuk memperkuat pariwisata daerah.

“Batik sangat potensial dikembangkan, apalagi Banyuwangi sebagai daerah wisata. Batik akan memperkuat produk wisata Banyuwangi,” ucap Teten saat mengunjungi Rumah Kreatif Banyuwangi didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Menurutnya, para pelancong pasti juga akan mencari kekhasan suatu daerah. Kuliner, dan oleh-oleh akan melengkapi pengalaman wisatawan saat berlibur di suatu daerah.

Melansir IDN Poker 88 Asia  “Kain batik ini salah satu oleh-oleh yang diincar wisatawan. Apalagi batik Banyuwangi ini konon punya pondasi filosofi yang kuat, ini sangat potensial mengembangkan,” kata Teten.

Khusus dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional, Teten mengajak semua warga untuk terus bangga mengenakan kain batik nusantara pada setiap kesempatan.

“Ayo kita semua sepakat pakai batik. Seperti Udeng Banyuwangi (penutup kepala-red) dari kain batik yang saya pakai saat ini. Keren. Ayo lestari dan kembangkan batik warisan nusantara ini,” kata Teten.

Selama melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Teten sarapan pagi ke Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi oleh Bupati Anas dengan menu kuliner khas Banyuwangi. Mulai dari kesrut kikil, ayam pedas, hingga aneka jajanan tradisional.

“Saya senang semua makanan daerah sinii enak-enak. Nambah-nambah terus tadi. Tidak heran banyak wisatawan yang senang berlibur ke sini. Selain menikmati keindahan alamnya, makanannya juga enak. Senang berada daerah sini,” puji Teten.

Banyuwangi memiliki potensi batik yang luar biasa. Memahami besarnya potensi batik, Pemkab Banyuwangi juga secara konsisten berupaya melestarikan dan mengembangkannya.

“Kami daerah Banyuwangi percaya melestarikan batik adalah usaha melestarikan sejarah, dan dalam aspek lain adalah upaya untuk memberi manfaat ekonomi para perajin pada kampung-kampung yang hampir semuanya berskala mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” kata Bupati Anas.

Berdayakan Perajin Batik

Melakukan sejumlah ikhtiar  daerah Banyuwangi untuk mengembangkan batik. Antaranya juga dengan beragam pemberdayaan dan pelatihan kepada para perajin batik. Regenerasi juga memikirkan dengan mendorong adanya jurusan batik pada sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Untuk promosi dan pemasaran, secara rutin sejak 2013, menggelar Banyuwangi Batik Festival yang mengangkat beragam motif batik Banyuwangi. Ribuan pengunjung selalu memadati hajatan festival batik tersebut,” kata Anas.

Namun secara perlahan tapi pasti, lanjutnya, sektor kreatif batik terus tumbuh dan berkembang daerah Banyuwangi. Perajin perajin menggeliat. Gerai-gerai baru bermunculan.

“Itu menandakan ada aktivitas ekonomi yang lahir dari permintaan batik yang meningkat seiring juga dengan meningkatnya kinerja sektor pariwisata daerah Banyuwangi,” kata Anas.

UMKM di Jawa Timur Dapat Bantuan lewat Program Banpres-PUM

UMKM di Jawa Timur Dapat Bantuan lewat Program Banpres-PUM

UMKM di Jawa Timur Dapat Bantuan lewat Program Banpres-PUM – Kementerian Koperasi dan UKM RI memberikan bantuan kepada 1,1 juta UMKM di Jawa Timur (Jatim) berupa program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (Banpres-PUM). Bantuan ini untuk membantu UMKM yang unbankable atau belum tersentuh oleh lembaga keuangan.

“Banpres-PUM menjadi upaya pemerintah meringankan beban koperasi UMKM selama pandemi COVID-19 dan program untuk memulihkan ekonomi nasional.” Ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di sela kunjungan kerjanya di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Salah satunya, bagi UMKM yang bankable, pemerintah membuat program restrukturisasi pinjaman, subsidi bunga dan subsidi pajak. Sedangkan bagi UMKM yang unbankable, diberikan bantuan oleh Presiden melalui Banpres-PUM.

“UMKM yang tidak bankable diberikan bantuan Rp2,4 juta melalui Banpres-PUM. Untuk satu kabupaten/kota ada 20 ribu UMKM yang mendapatkannya,” ujar dia, seperti dikutip dari Antara.

Untuk Jatim, kata Teten, saat ini sudah di atas rata rata dan apabila ada tambahan kuota akan diberi perhatian.

Menteri Teten berharap ke depan akan membuat model bersama dengan LPDB, yaitu menjadikan koperasi sebagai mitra pemerintah dalam menyalurkan pembiayaan murah untuk UMKM atau setidaknya di seluruh Indonesia sebanyak 54 juta pelaku usaha mikro.

Melansir Sbobet Casino “Dengan jumlah sebanyak itu, tidak mungkin UMKM diurus satu per satu. Maka pemerintah membuat intervensi, melalui koperasi,” ujar dia.

Selain melalui Banpres-PUM, bantuan kepada usaha mikro juga diberikan berupa LPDB KUMKM yang terbagi dalam dua tahap. Diawali tahap I pada Juli 2020 telah tersalurkan dana sebesar Rp86,769 miliar kepada 12 koperasi.

Sedangkan tahap II di September ini akan disalurkan kepada delapan koperasi dengan total Rp138 miliar. Sehingga total Rp225,45 miliar akan disalurkan oleh Pemprov Jatim kepada 20 koperasi.

9,78 Juta UMKM di Jatim

Sementara itu, secara keseluruhan, ada sekitar 9,78 juta UMKM yang ada di Jatim. Dan diharapkan ke depan dapat memperoleh kuota tambahan UMKM memperoleh Banpres-PUM.

“Kami laporkan ke Presiden, bahwa 54 persen PDRB Jatim didukung oleh UMKM. Maka kami mengajukan permohonan agar ada bantuan tambahan dan semoga dapat didukung 2 juta bantuan Produktif Usaha Mikro (PUM),” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Dengan tingginya angka tersebut, Khofifah menyebutnya sebagai modal sosial sekaligus modal ekonomi cukup besar untuk menopang perekonomian berbasis kerakyatan di Jatim.

“Hal ini menjadi penguatan bagi pergerakan ekonomi di Jatim. Tentu berseiring dalam rangka mengendalikan COVID-19,” tutur orang nomor satu di Pemprov Jatim itu.

Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah bersama Menteri Teten Masduki juga menyerahkan secara simbolis LPDB KUMKM. Kepada delapan penerima yaitu, KUD Gondanglegi, KPRI Tut Wuri, KSU Artha Abadi, KUM Lestari Makmur Poncokusumo, KSPPS BMT NU Jatim, KSPPS BMT UGT Sidogiri, Koperasi BMT Permata Jatim, dan KSPPS Mitra Usaha Ideal.

Perkuat UMKM MBV dan Kulo Group Tawarkan Kemitraan Kuliner Tahu Goreng

Perkuat UMKM MBV dan Kulo Group Tawarkan Kemitraan Kuliner Tahu Goreng

Perkuat UMKM MBV dan Kulo Group Tawarkan Kemitraan Kuliner Tahu Goreng – UMKM dinilai menjadi kunci keberhasilan untuk memulihkan ekonomi saat pandemi dan pasca pandemi Covid-19. Baik yang bergerak pada kebutuhan bahan pokok seperti pangan hingga sandang.

Hal ini disadari 2 perusahaan kuliner berpola kemitraan, Mitra Boga Ventura (MBV) dan Kulo Group. Keduanya pun berkolaborasi membuat sebuah konsep baru. Dengan tujuan ikut menggerakkan kembali roda ekonomi, terutama di kalangan pelaku usaha kecil.

MBV dan Kulo Group menghadirkan gerobak kuliner “Mo Tahu Aja!” yakni usaha berpola kemitraan untuk menjual tahu goreng dengan harga terjangkau.

Menurut dia, selama pandemi, sebagian usaha makanan dan minuman atau food and beverage (FnB) masih bisa bernapas. Soalnya, ketika ada pembatasan, banyak orang bosan terkunci di rumah, mereka memilih untuk jajan secara online.

Di sisi lain, banyak orang kehilangan pekerjaan karena bisnis ritel yang tutup, pabrik tidak beroperasi hingga toko kelontong yang sepi. Mereka pun ingin mencari peluang baru lewat bisnis kuliner.

Melansir dari Agen IDN Poker “Bisnis yang kami hadirkan ini menjual tahu dengan konsep gerobak, bukan booth, sehingga biaya investasinya sangat kecil,” ujarnya.

MBV dan Kulo Group menawarkan hanya dengan modal 30 juta, mitra sudah bisa berjualan tahu dengan merek “Mo Tahu Aja!”.

Mitra juga akan mendapatkan gerobak serta perlengkapan, dan tidak perlu mengeluarkan biaya marketing tambahan.

Serta mendapatkan pelatihan, termasuk promosi ketika peluncuran setiap gerai, dan menyiapkan koneksi untuk Grabfood dan Gofood. Mitra tidak perlu repot, cukup membayar biaya kemitraan yang terjangkau dan siap berjualan.

Target 1.000 Outlet

“Mo Tahu Aja!” memiliki beberapa menu, di antaranya “tahu kriuk aja” yang kekinian dan “tahu walik aja” yaitu tahu aci klasik.

Dua macam tahu ini dilengkapi sambal merah, sambal kecap, dan cabai rawit. Satu boks “Mo Tahu Aja!” berisi 10 tahu dijual seharga Rp 15.000.

MBV dan Kulo Group menargetkan pembukaan 1.000 cabang hingga enam bulan ke depan. Jumlah itu merupakan angka yang memungkinkan mengingat jumlah outlet MBV dan Kulo Group saat ini sudah lebih dari 1.000 outlet di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Marketing Executive Kulo Group Michael Bunyamin menjelaskan, “Mo Tahu Aja!” adalah konsep terbaru yang mereka hadirkan.

Pihaknya menyajikan makanan ringan “tahu kekinian” untuk seluruh masyarakat Indonesia.“Ini terinspirasi dari kecintaan masyarakat Indonesia terhadap tahu.

Kami ingin menyajikan kembali hidangan tahu goreng untuk seluruh lapisan masyarakat, dan pada akhirnya untuk memperkenalkan tahu goreng ke seluruh dunia,” kata dia.

Tingkatkan Daya Saing UMKM Harus Pahami Tren Market Dunia

Tingkatkan Daya Saing UMKM Harus Pahami Tren Market Dunia

Tingkatkan Daya Saing UMKM Harus Pahami Tren Market Dunia – Di tengah pandemi COVID-19, Kementerian Koperasi dan UKM terus menggulirkan aneka program untuk menyiapkan UMKM agar memiliki kemampuan kompetitif dengan produk-produk dari luar.

“Oleh karena itu, penting juga dipahami tentang tren market dunia,” tegas Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Saat menjadi Keynote Speaker melalui live streaming YouTube pada acara Pekan Raya Nasional Mahasiswa 2020 yang diselenggarakan ID Next Leader.

Menurut Teten saat ini perubahan pasar begitu cepat, termasuk lifestyle yang sangat mempengaruhi perubahan tingkat konsumsi masyarakat.

“Penting juga bagaimana kita memanfaatkan hasil-hasil riset di kampus-kampus untuk dikembangkan menjadi produk unggul yang bisa dijual di marketplace online,” lanjut Teten.

Teten juga menyebutkan, saat pandemi COVID-19 ini banyak anak muda berjualan dan mahasiswa. Menjadi reseller produk UMKM di platform digital, termasuk media sosial. Dengan pertumbuhan yang dinilai cukup signifikan.

Untuk itu, Teten berharap agar para pemuda dan mahasiswa memperhatikan kualitas produk dan kapasitas produksi dari barang yang dijualnya. Terlebih, di marketplace juga banyak produk yang sudah memiliki brand image yang kuat.

“Ke depan, kita ingin menyiapkan UMKM yang sudah memiliki keunggulan yang bisa menjadi The Future SME’s yang bisa bersaing di pasar domestik dan global,” tutupnya.

Menteri Teten: Jumlah UMKM yang Go Digital Sudah Lampaui Target

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memperkirakan sudah ada 2,2 juta pelaku Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) yang masuk ekosistem digital per 15 September 2020. Tentu saja angka ini cukup menggemberikan karena di atas target yang ingin dicapai yaitu 2 juta UMKM.

Melansir dari Daftar Live22 “Sebagai catatan selain memang ada pelaku usaha UMKM yang terdampak ada sebagian kecil UMKM yang bisa bertahan bahkan bisa tumbuh yaitu yang sudah terhubung dengan marketplace digital,” kata Teten dalam diskusi Pekan Raya Nasional Mahasiswa bertajuk UMKM di Tengah Gelombang Resesi secara virtual.

Selain itu, UMKM yang berhasil bertahan di masa pandemi covid-19 adalah UMKM yang mampu beradaptasi. Dan berinovasi sesuai dengan perkembangan dan permintaan pasar yang baru. Meskipun hingga saat ini UMKM yang terhubung dengan marketplace baru 13 persen atau sekitar 8 juta pelaku usaha.

Teten melihat jika dibandingkan dengan kuartal II 2019

Kendati begitu, Teten melihat jika dibandingkan dengan kuartal II 2019 dengan kuartal II 2020. Penjualan di platform digital meningkat 26 persen dengan tambahan 3,1 juta merchant baru. Menurutnya hal itu bisa tumbuh dikarenakan dampak PSBB di berbagai daerah.

“Kenapa di market digital itu tumbuh saat ini karena memang akibat penerapan PSBB, dan social distancing, orang sekarang belanja lewat online. Oleh karena itu digitalisasi itu menyelamatkan UMKM,” kata Teten.

Perubahan perilaku belanja di era new normal, membuat transaksi harian di kuartal II 2020 meningkat menjadi 4,8 juta perhari dibanding kuartal II 2019 yang hanya 3,1 juta transaksi. Serta ada peningkatan konsumen baru selama PSBB sebanyak 51 persen, yang didukung permintaan melonjak sebanyak 5-10 kali.

“Saya kira digitalisasi ini memang menjadi program prioritas kita, karena kita lihat digitalisasi UMKM memberikan manfaat bagi UMKM yaitu market digital memberikan market pasar yang besar dan juga akses pembiayaan,” ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya mendorong generasi muda untuk berwirausaha UMKM agar penjualan dan perkembangan UMKM semakin meningkat. Menurutnya tidak hanya produk manufaktur Industri saja yang tumbuh. Akan tetapi produk pertanian, perkebunan, dan perikanan juga tumbuh di masa pandemi ini.

5 Langkah yang Harus Dilakukan UMKM Kuliner untuk Berhasil di Cloud Kitchen

5 Langkah yang Harus Dilakukan UMKM Kuliner untuk Berhasil di Cloud Kitchen

5 Langkah yang Harus Dilakukan UMKM Kuliner untuk Berhasil di Cloud Kitchen – Saat pandemi ini, pemasaran bisnis kuliner bergeser ke market digital. Kamu pasti menjadi salah satu orang yang sering pesan makanan melalui aplikasi layanan pesan-antar (GoFood, GrabFood) dibanding makan di restoran.

Bahkan Instagram menjadi sebuah katalog atau portofolio untuk para pebisnis kuliner. Sebabnya, UMKM kuliner wajib mengetahui hacks untuk meningkatkan kehadiran online dan menjangkau lebih banyak konsumen.

Di bawah adalah 5 saran dari Everplate Kitchens untuk para pengusaha kuliner hingga bisa berhasil di cloud kitchen atau pun bisnis online food delivery secara keseluruhan. Apa saja?

1. Exposure melalui berbagai platform penjualan dan media sosial

UMKM Kuliner disarankan untuk daftar ke berbagai platform penjualan di bidang e-commerce, layanan pesan-antar, ataupun media sosial. Objektif ini adalah untuk meningkatkan brand awareness dan eksposur semaksimal mungkin.

2. Mengoptimalkan profil di aplikasi layanan pesan-antar

Semua partner Everplate Kitchens bisa ditemukan di halaman utama GoFood (Gojek) dan GrabFood (Grab).

Everplate Kitchens memastikan profil restoran sudah optimal sebelum di-onboard ke aplikasi GoFood atau GrabFood agar memaksimalkan konversi ketika konsumen melihat halamannya.

Beberapa komponen yang Everplate Kitchens memeriksa termasuk: kualitas hero banner, kategori yang relevan untuk meningkatkan pencarian, kualitas foto-foto menu makanan, segmentasi menu dan sebagainya.

Melansir dari Sbobet Casino Everplate Kitchens juga menyarankan agar setiap bisnis kuliner untuk daftar ke dalam kampanye nasional layanan pesan-antar.

Langkah ini dijamin akan tingkatkan eksposur di halaman utama masing-masing aplikasi layanan pesan-antar. Sebaiknya, diskon dipakai untuk 3-5 menu best seller dengan kualitas foto yang tinggi.

3. Meningkatkan rating restoran di aplikasi layanan pesan-antar

Untuk meningkatkan konversi lebih lanjut, restoran disarankan mempunyai rating di atas 4.5 bintang agar membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas makanan dan minuman tersedia.

Untungnya, Everplate Kitchens mempunyai inisiatif untuk meningkatkan rating restoran di dalam jangka waktu dua minggu.

4. Inisiatif untuk mengoptimalkan produktivitas dan efisiensi dapur

Everplate Kitchens sangat memprioritaskan produktivitas dan efisiensi per meter persegi dan tenaga kerja.

Karena itu, setiap dapur direkomendasikan untuk dipakai buat lebih dari satu brand. Sumber pendapatan menambah meskipun biaya awal dan operasional tetap sama.

Langkah ini juga merupakan kesempatan yang baik bagi pengusaha bisnis kuliner yang ingin mencoba ide atau konsep baru dengan resiko rendah.

5. Retensi pelanggan atau customer feedback

Terakhir, restoran harus memastikan kualitas produknya meninggalkan kesan yang baik ketika konsumen mencoba makanan dan minumannya.

Ini termasuk rasa, porsi, dan kualitas dibandingkan dengan titik harga. Ingat, penyiapan makanan untuk delivery beda dengan dine-in, jangka waktu masak dan pengemasan harus disesuaikan untuk layanan pengiriman.

Di Everplate Kitchens, setiap dapur dirancang khusus untuk delivery sehingga makanan dapat disiapkan dan diterima konsumen secepatnya.

Selain itu, sangat penting bagi restoran untuk mengumpul customer feedback agar bisa memperbaiki layanannya.

BSN UMKM Tak Wajib Terapkan SNI Masker Kain

BSN UMKM Tak Wajib Terapkan SNI Masker Kain

BSN UMKM Tak Wajib Terapkan SNI Masker Kain – Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan standar nasional Indonesia (SNI) kepada masker kain yang ada pada pasaran maupun buatan rumahan atau UMKM saat tengah pandemi COVID-19.

Kepala Humas BSN Denny Wahyudi menegaskan, SNI Masker dari Kain masih bersifat sukarela, belum pemberlakuan secara wajib SNI.

“Itu artinya produsen masker belum berkewajiban memproduksi masker sesuai SNI tersebut. Meskipun begitu, informasi tentang SNI Masker dari Kain penting mengetahui karena dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang produk yang aman dan berkualitas,” kata Denny.

Kendati begitu, kata Denny regulator terkait bisa memberlakukan SNI secara wajib yang penetapan BSN menyangkut masalah keamanan, keselamatan, kesehatan, atau faktor lingkungan hidup.

Untuk kegiatan sertifikasi SNI oleh UKM, pada dasarnya menjadi tanggungan UKM yang bersangkutan. Ujar Denny, hal ini juga berlaku untuk umum, tidak hanya dalam konteks Masker Dari Kain. Tetapi, pemerintah baik pusat maupun daerah menurutnya memiliki program pembinaan kepada UKM termasuk pembinaan sertifikasi SNI.

Melansir dari laman Sbobet Casino BSN sendiri memiliki program pembinaan UKM yang biasanya tiap awal tahun pengumuman pada web BSN. Dari tahun 2015 – 2020, Total UKM yang pembina BSN sejumlah 780 UKM, 70 UKM antaranya berhasil meraih SPPT SNI.

“Sekali lagi, SNI Masker untuk Kain, saat ini masih bersifat SUKARELA. Belum pemberlakuan secara wajib SNI nya oleh regulator,” tegasnya.

BSN berharap dengan keluarnya SNI masker kain itu, agar pelaku usaha memproduksi masker dari kain bisa sesuai ketentuan dalam persyaratan mutu SNI, guna menghasilkan produk masker yang aman dan berkualitas bagi para penggunanya.

Kemenperin: SNI Masker Kain untuk Melindungi Masyarakat

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengajukan rumusan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) untuk masker dari kain. Semangat dari aturan SNI masker kain ini untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Kemudian, perumusan RSNI melalui Komite Teknis SNI 59-01, Tekstil dan Produk Tekstil mengalokasikan anggaran guna menetapkan RSNI masker dari kai. Dengan melibatkan seluruh pihak-pihak yang berkepentingan seperti akademisi, peneliti, laboratorium uji, Satgas Covid-19 dan industri produsen masker kain dalam negeri.

Penetapan SNI ini telah diusulkan dalam Program Nasional Perumusan Standar (PNPS) sampai dengan ditetapkan sebagai SNI memakan waktu tidak sampai 5 Bulan. Mengingat SNI ini menjadi kepentingan nasional dan kebutuhan yang mendesak.

Gojek Beri Akses KUR Bunga 0 Persen ke Mitra UMKM

Gojek Beri Akses KUR Bunga 0 Persen ke Mitra UMKM

Gojek Beri Akses KUR Bunga 0 Persen ke Mitra UMKM – Pada masa pandemi Covid-19, Gojek terpilih oleh pemerintah sebagai mitra untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 0 persen bagi pebisnis UMKM.

Dengan kerja sama ini, mitra usaha Gojek dapat mendaftarkan pinjaman KUR Super Mikro dengan Suku Bunga 0 persen.

Melansir dari Sbobet Casino Penyaluran kredit ini diinisiasi oleh subsidi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) yang disalurkan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Nantinya, mitra usaha Gojek yang mendaftar dan memenuhi persyaratan bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp 10 juta.

Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo mengatakan, sebagai bagian dari inisiatif #MelajuBersamaGojek yang merupakan dukungan komprehensif dan inklusif ke mitra UMKM. Gojek sangat berbangga hati dapat dipercaya menjadi mitra pilihan pemerintah untuk memfasilitasi kesempatan bagi para mitra usaha Gojek mengakses program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro.

Proses Mendapatkan Pinjaman KUR

“Kredit dengan suku bunga 0 persen ini merupakan sebuah dukungan luar biasa pemerintah untuk UMKM dengan memberikan tambahan subsidi untuk para Penerima KUR dan calon Penerima KUR Super Mikro ini dan berkontribusi untuk pemulihan ekonomi nasional,” tutur Andre dalam keterangan.

Andre mengatakan, Gojek akan menjangkau mitra usaha melalui kanal informasi resmi mitra usaha Gojek. Dengan demikian, akan makin banyak mitra UMKM yang mendapat fasilitas kredit, guna menjaga perputaran usaha mereka.

Persetujuan dari Himbara

Kedepannya proses pengajuan pinjaman KUR akan menindaklanjuti dengan analisis serta juga dengan persetujuan akhir dari pihak Bank Himbara.

Gojek sendiri mendukung proses seleksi awal melalui pre-screening calon debitur dari mitra usaha Gojek menggunakan beberapa kriteria dasar. Namun, lalu calon debitur yang lolos tahap ini akan kita ajukan ke bank untuk proses penilaian dan analisa kredit sesuai prosedur.

Nantinya, jika terpilih sebagai debitur, maka bank akan melanjutkan proses penyaluran pinjaman langsung ke debitur yang bersangkutan.

Dalam rangka meningkatkan peran UMKM sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi dan penyerap tenaga kerja pada masa pandemi Covid-19. Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan pembiayaan UMKM. Antaranya dengan memberikan kemudahan akses. Penundaan pembayaran dan menyediakan tambahan subsidi bunga sehingga murah dan meringankan UMKM melalui pelonggaran kebijakan KUR.

Sandiaga Nilai UMKM Mestinya Menjadi Fokus Utama Penyelamatan Ekonomi

Sandiaga Nilai UMKM Mestinya Menjadi Fokus Utama Penyelamatan Ekonomi

Sandiaga Nilai UMKM Mestinya Menjadi Fokus Utama Penyelamatan Ekonomi – Sandiaga Salahudin Uno menegaskan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air sedang digoncang wabah virus corona. Ia juga mengatakan pandemi corona merupakan salah satu krisis yang harus dihadapi pelaku usaha termasuk oleh UMKM.

Menurut Sandiaga, kerugian adalah salah satu hal yang tak bisa dihindari pelaku usaha saat pandemi global ini. Dia pun mengimbau pengusaha UMKM untuk tetap bersemangat dan menjadikan krisis ini sebagai momentum untuk menempa diri. Apalagi, menurut Sandiaga, kewirausahaan lahir dari berbagai upaya untuk bertahan dalam berbagai tekanan dan beradaptasi dengan berbagai kondisi.

Menyemangati UMKM, bersama Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution, Kamrussamad Anggota Komisi XI DPR, Virdan Ilham Kepala Riset BEI dalam Dialog Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa se-Riau, Sandiaga menuturkan bahwa jika dokter perawat dan tenaga medis menjadi pahlawan dalam menghadapi pandemi, maka pelaku UMKM juga bisa menjadi pahlawan yang akan membangkitkan kembali roda perekonomian.

Dia menegaskan, UMKM merupakan sektor paling terdampak saat pandemi virus corona atau Covid-19. “Sebanyak 65 juta lebih unit usaha termasuk UMKM, 99 persen lebih dari 60 persen GDP disumbangkan oleh UMKM. Jadi yang harus menjadi fokus utama dalam penyelamatan ekonomi mestinya UMKM,” ujar Sandiaga dalam keterangannya, Rabu (23/9/2020).

Dia menceritakan, bahwa ada pelaku UMKM yang mengaku omzetnya turun hingga 100 persen dalam dua minggu terakhir. Sehingga hal tersebut menunjukkan tekanan yang luar biasa bagi ekonomi kerakyatan tersebut.

Melansir dari Sbobet Casino Sandiaga mengatakan jenis usaha UMKM sebagian besar menjalankan kegiatan secara harian. Oleh karena itu, penyaluran uang tunai melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT ) harus segera disalurkan, dan itu akan mempercepat pemulihan dari dampak Covid-19. “Karena begitu masyarakat memiliki akses ke uang tunai mereka akan mendorong konsumsi mereka dan akan berdampak ke UMKM,” ucapnya.

Pinjaman 0% Langkah Tepat

Sementara itu, Founder KAHMIPreneur Kamrussamad menilai, penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan skema pinjaman Pemda dengan bunga 0% merupakan langkah tepat untuk menyelamatkan ekonomi daerah di tengah pandemi corona ini.

Terlebih, kata dia, dana yang digelontorkan sebesar Rp 11,5 triliun dapat menggerakkan sektor riil melalui program ketahanan pangan, ketahanan kesehatan, dan ketahanan sektor riil.

Kamrussamad mengingatkan, dana tersebut harus disertai bunga yang rendah maksimal enam persen. Skema dan persyaratan penyaluran yang disederhanakan, dan menjangkau pelaku usaha UMKM serta pelaku usaha baru bukan hanya pada nasabah lama.

UMKM Belum Ditransfer Modal dari Pemerintah

UMKM Belum Ditransfer Modal dari Pemerintah

UMKM Belum Ditransfer Modal dari Pemerintah – Direktur Usaha Mikro PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Supari membeberkan alasan masih banyak pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) yang tak mendapat bantuan dari pemerintah. Salah satunya karena kurangnya kelengkapan data yang dimiliki pelaku usaha.

“Data itu jadi penting, BRI, Himbara dan KL terkait itu membahas data terus. Untuk masyarakat penting untuk NIK itu 1 saja, KTP elektronik,” ujar Supari dalam diskusi online, Jakarta.

Tidak hanya kelengkapan dokumen seperti KTP Elektronik, tetapi juga kepemilikan nomor telepon. Semakin sering berganti nomor telepon maka semakin kecil UMKM kemungkinan bisa mendapat bantuan modal dari pemerintah.

Melansir dari Daftar Live22 “Tentunya teman-teman masyarakat yang sudah punya HP jangan ganti-ganti supaya kalau ada program-program pemerintah bisa cepat dikasih tahu,” katanya.

Staf Khusus Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Riza Damanik mengatakan. Populasi UMKM di Indonesia sangat besar bahkan mencapai 63 juta. Jumlah tersebut apabila semua mengenal akses bank maka tidak menutup kemungkinan UMKM Indonesia bisa berkembang lebih baik.

“Dari 99 persen UMKM di Indonesia, 98 persen itu usaha mikro itu sehingga angkanya 63 juta. Kalau ini terdata dengan rapih, lalu masuk ke bankable, punya literasi tentang pembiayaan dan akses pasar yang memadai dan bisa masuk, diharapkan masuk ekonomi digital, maka UMKM ini akan lebih baik,” jelasnya.

RUU Ciptaker: UMKM Dapat Keringanan Biaya Untuk Mendirikan Perseroan

Sebelumnya, Pemerintah bersama Badan Legislasi DPR RI (Baleg) yang tergabung dalam Panitia Kerja (Panja) RUU Cipta Kerja. Melanjutkan pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Ciptaker Bab IX tentang Kawasan Ekonomi Khusus.

Pembahasan tersebut turut menyinggung perubahan status Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi perseroan. Hal ini dinilai akan meningkatkan level UMKM sehingga dapat bersaing lebih baik dan turut meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia.

Dalam proses perubahan status tersebut, disebutkan UMKM akan mendapat keringanan biaya pendaftaran.

Sebelumnya, pada DIM 6334 Pasal 153J ayat (1) RUU Ciptaker tertulis bahwa perseroan untuk UMKM akan dibebaskan dari segala biaya pendirian badan hukum. Hal ini secara spesifik akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP).

Menanggapi hal tersebut, tim pemerintah akhirnya menyampaikan usulan revisi bahwa pendirian perseroan bagi UMKM akan tetap dikenakan biaya Rp 50 ribu sesuai dengan UU PNBP.

“Untuk biaya izin mohon direvisi karena tetap harus ada biaya tapi nanti akan ditetapkan menyesuaikan dengan UU PNBP yang kami usulkan yaitu Rp 50 ribu,” ujar tim pemerintah.

Sebagai kesimpulan, Supratman mengusulkan norma direvisi bahwa pendirian perseroan bagi UMKM tidak dibebaskan biaya sepenuhnya melainkan diberi keringanan.

“Jadi ‘pembebasan’ diganti ‘keringanan’ ya. Mudah-mudahan, yang tadi itu sudah ada kepastian, nanti dalam PPnya itu Rp 50 ribu saja,” ujarnya.

UMKM dan Pekerja Bertahan di Tengah Pandemi Berkat PEN Bank Mandiri

UMKM dan Pekerja Bertahan di Tengah Pandemi Berkat PEN Bank Mandiri

UMKM dan Pekerja Bertahan di Tengah Pandemi Berkat PEN Bank Mandiri – Yuyun Juriah kini bisa bernapas lega. Perempuan pemilik usaha makanan siap saji dan sambal kemasan botol, yang berlokasi di daerah Bogor Utara tersebut, tak lagi pusing dalam mengelola keuangan usaha berskala kecil dan menengah miliknya.

Setelah mendapat bantuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), perempuan tangguh ini dapat menggaji karyawan sekaligus memutar uangnya untuk operasional dan produksi usahanya. Bahkan, Yuyun makin gencar melakukan aktivitas pemasaran dan promosi, baik dari berbagai kanal sosial media, maupun melalui platform belanja online.

Jenny Tjahyawati juga mengalami kondisi serupa juga pemilik usaha butik dan konveksi pada bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur. Sejak pandemi Covid-19 menghajar perekonomian negeri, usaha Jenny pun kena imbasnya.

Selain orderan yang masuk turun drastis, perempuan ini harus memutar otak agar tidak melakukan PHK terhadap para karyawan yang sebagian besar adalah perempuan.

Namun, setelah usaha Jenny mendapat bantuan dana PEN, bahkan juga pembinaan usaha dari Bank Mandiri, kemacetan usaha yang ia alami sejak awal tahun, perlahan berputar kembali. “Saya sangat tertolong oleh bantuan Pemerintah melalui kredit ringan yang penyalurannya dari Bank Mandiri. Sehingga, usaha konveksi kami masih bisa berjalan kembali,” ucapnya.

Yuyun dan Jenny adalah sebagian kecil dari ratusan ribu debitur yang mendapat bantuan kredit. Melalui program PEN yang gagasan pemerintah melalui Bank Mandiri.

Melansir dari Sbobet Casino Penyaluran program PEN pada Bank Mandiri, lanjut Hery, melakukan ke berbagai sektor antara lain sektor perdagangan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan sektor lainnya yang terdampak Covid-19, termasuk sektor padat karya agar tidak terjadi PHK.

Tersebar di Hampir Kota Besar di Indonesia

Tentunya, untuk menjangkau seluruh pelaku usaha yang tersebar dari berbagai propinsi pada tengah berlangsungnya pandemi Covid-19 bukanlah hal mudah. Untuk itu, Bank Mandiri mengambil langkah sigap.

Dari antaranya dengan mengembangkan aplikasi Mandiri Pintar (Pinjaman Tanpa Ribet). Sebuah aplikasi untuk mengakses kredit UMKM secara online. Aplikasi ini dapat mempercepat proses pengajuan dan persetujuan terhadap pengajuan kredit.

Dalam mengajukan kredit, nasabah tidak perlu mendatangi kantor cabang. Selain itu, Bank Mandiri bekerja sama dengan pemerintah daerah, secara aktif melakukan sosialisasi program PEN ke penjuru Tanah Air.

Hery menambahkan, dari luar penyaluran dana PEN, pada periode yang sama Bank Mandiri telah menyetujui permohonan restrukturisasi kredit untuk lebih dari 523 ribu debitur guna mendukung pemulihan ekonomi. Portofolio kredit yang sudah merestrukturisasi mencapai lebih dari Rp115 triliun. Dari jumlah debitur tersebut, tercatat 387 ribu lebih merupakan debitur UMKM.

Restrukturisasi debitur terdampak Covid-19 oleh Bank Mandiri juga melakukan dalam koridor ketentuan yang penetapannya regulator. Selain itu, lanjut Hery, Bank Mandiri juga mendukung Pemerintah untuk program bantuan subsidi gaji atau upah pekerja.