Download Joker123 idnlive agen joker123 Agen Togel IDN Live situs slot online bocoran hk http://162.251.85.233/ http://142.11.212.36/ https://itg-rks.com/ https://judislot24.net/ https://agencasino88.biz/ https://evocasino.me/ https://77tangkas.com/ https://sbobet-online.xyz https://maxbetx.com/ https://playpoker.asia/
https://slotpgsoft.com/ https://pragmaticslot24.net/ https://capitduit.live/ https://untung88.wildapricot.org/

Sandiaga Minta UMKM Menyesuaikan Diri di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Minta UMKM Menyesuaikan Diri di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Minta UMKM Menyesuaikan Diri di Masa Pandemi Covid-19 – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno meminta para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19 agar usaha mereka tetap bisa berjalan. Salah satunya dengan melakukan digitalisasi atau memanfaatkan digital.

“Virus Covid-19 ini memaksa kita memulai satu kebiasaan-kebiasaan baru, yang semakin bergantung pada digitalisasi,” kata Sandiaga dalam sebuah webinar yang diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menejelaskan, pandemi meruapakan ibu dari semua terjangan yang dihadapi manusia saat ini. Dulu, kata Sandi, konon terjangan terbesar juga pernah terjadi di dunia waktu zamannya dinosaurus. Saat itu, Asteroid menghantam bumi sehingga akhirnya terjadi perubahan yang luar biasa dahsyatnya.

Melansir dari Sbobet Casino “Yang bisa survive adalah mahluk-mahluk yang mampu untuk beradaptasi. Dinosaurus yang waktu itu mahluk terkuat di dunia, terpaksa gak ada yang ngalahin, T- Rex, Brontosaurus, dan sebagainya punah karena mereka tudak bisa berubah,” ungkap Sandiaga.

Oleh karena itu, menurut mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini UMKM. Yang mampu menyesuasikan diri dengan kebiasaan di tengah pandemi inilah yang akan bertahan.

Lihat Peluang

“Menariknya buat UMKM hack-nya ini ada dua. Pertama dari segi kesehatan. Kedua dari segi ekonomi, dimana kita perlu untuk memperluas jangkauan pasar kita. Lebih menggunakan produk-produk lokal kita, serta kita mengedepankan ekspor dan menekan impor. Pertumbuhan UMKM ini bukan melulu hanya tentang konsumen atau pasar tetapi juga pertumbuhan lapangan kerja,” jelas Sandi.

Dalam kesempatan ini, pendiri OKE OCE ini berpesan kepada anggota PPI yang tengah menempuh studi di luar negeri untuk mulai menjadi pelaku usaha di negara tempat mereka berada saat ini dengan melihat peluang apa yang memungkinkan ada pasarnya.

“Untuk rekan-rekan PPI kenali pasar di mana kalian berada sebagai diaspora, kenali konsumen, harus jadi konsumen focus. Harus kenal juga dengan budaya. Pelajari kebudayaan dimanapun negara kita lagi merantau sekarang, usaha apa saja yang akan bisa menyelesaikan permasalahan di tengah pandemi bangun ekosistem bangun jaringan dan mulailah secepatnya,” imbau Sandi.

KUR UMKM Bisa jadi Peluang Bisnis bagi Perusahaan Asuransi

KUR UMKM Bisa jadi Peluang Bisnis bagi Perusahaan Asuransi

KUR UMKM Bisa jadi Peluang Bisnis bagi Perusahaan Asuransi – Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengajak perusahaan asuransi untuk cermat menangkap peluang bisnis di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Pernyataan tersebut diberikannya lantaran pemerintah saat ini tengah kencang menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada para pengusaha kecil, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM di sektor terkecil.

“Jadi kalian harus bisa mengantisipasi bahwa dampaknya luar biasa. Maka itu coba lihat sektor-sektornya, coba lihat kebijakan-kebijakan pemerintah yang lakukan. Untuk bisa menangkap peluang daripada bisnis perasuransian ini,” imbuhnya dalam sesi webinar.

Menurut Iskandar, pemerintah sudah banyak melakukan restrukturisasi atau relaksasi kebijakan kredit agar bisa memberikan nafas bagi UMKM pada masa pandemi ini.

Seperti, bantuan presiden (banpres) produktif dengan modal dasar Rp 2,4 juta hingga KUR super mikro. Iskandar mengatakan, bantuan tersebut jadi modal dasar untuk pelaku UMKM kembali berusaha ketika ekonomi sudah restart.

Melansir dari laman Sbobet Casino “Tentunya ketika demand naik, pemerintah mengangkat yang namanya subsidi loan berupa loan super mikro. Makin besar lagi KUR mikro, Rp 10-50 juta. Lebih besar lagi KUR kecil, di atas Rp 50-500 juta,” tutur dia.

Oleh karenanya, ia menilai, perusahaan asuransi baik swasta maupun BUMN. Semestinya bisa menangkap banyak sekali peluang-peluang bisnis dalam pengembangan untuk jaminan kepada UMKM tersebut.

“Maka dari itu namanya penjamin masa depannya cerah. Tapi harus mewaspadai risiko ke depan dari kemungkinan kalau misalkan recovery-nya tidak secepat kita duga. Itu bisa mengakibatkan terjadinya kredit macet,” ujar Iskandar.

Realisasi Subsidi KUR UMKM per 31 Agustus 2020 Capai Rp 9,8 Triliun

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat total realisasi subsidi KUR untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sampai 31 Agustus 2020 sebesar Rp 9,8 triliun atau sekitar 51,8 persen dari pagu anggaran yaitu Rp 18,9 triliun.

“Dengan rincian subsidi imbal jasa penjaminan (IJP) sebesar Rp 156 triliun maka dari pagi Rp 178 miliar cukup besar subsidi IJP nya,” kata Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman, dalam penandatanganan MoU Pembiayaan Kemenkop dan UKM dengan BNI Syariah, Jakarta.

Lanjutnya, untuk subsidi bunga KUR reguler itu sekitar Rp 8,3 triliun dari pagu Rp 13,77 triliun. Sehingga progresnya sudah cukup besar untuk subsidi IJP dan KUR.

Sementara, untuk tambahan subsidi bunga KUR khusus kondisi covid-19 telah menambahkan subsidi bunga sudah tercapai sekitar Rp 1,3 triliun dari pagu Rp 4,9 triliun.

“Maka itu adalah progress mengenai pemberian subsidi KUR y kepada usaha usaha mikro dan kecil,” katanya.

Kata Hanung, saat ini sudah terdapat 42 penyalur KUR salah satunya BNI Syariah. Dari 42 penyalur tersebut terdiri dari 38 bank, 1 lembaga keuangan bukan bank (LKBB) dan 3 koperasi. Sedangkan untuk penyalur kur Syariah baru ada dua.

Menteri Teten UMKM Harus Kuasai Ketrampilan Bisnis Digital

Menteri Teten UMKM Harus Kuasai Ketrampilan Bisnis Digital

Menteri Teten UMKM Harus Kuasai Ketrampilan Bisnis Digital – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, di tengah tantangan ekonomi saat ini, menjadi wirausaha menjadi pilihan paling rasional. Untuk itu, perlu menyiapkan UMKM atau wirausaha yang melek digital karena pandemi Covid-19 memaksa para pelaku usaha beradaptasi pada era digitalisasi.

Menuntut pelaku UMKM atau wirausaha  menguasai ketrampilan bisnis dalam dunia digital. Saat setiap tahun jumlah potensi pengangguran perguruan tinggi mencapai 1,7 juta orang, baik yang berasal dari lulusan baru maupun eksisting.

Melansir dari laman Sbobet Casino Teten menilai BRIncubator sangat bagus dalam memberikan ruang bagi UMKM serta memberikan pendampingan. Untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas hingga UMKM bisa melakukan ekspor. UMKM menjadi Go-Modern, Go-Digital, Go-Online dan Go-Global.

Ia mengatakan KemenkopUKM juga menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk membantu pelaku UMKM memasuki era digital dan memperkuat kualitas produknya yang ia lakukan. Antara lain dengan EDUKUKM.ID yaitu Program e-learning atau pelatihan daring secara gratis (dapat akses pada www.edukukm.id) Seri Podcast 60 detik untuk memandu UMKM shifting ke model bisnis digital (dapat akses pada kanal media sosial @kemenkopukm).

Program lainnya adalah Seri Webinar SPARC Campus (dapat akses pada SMESCO) Seri video bertema New Normal/Adaptasi Kebiasaan Baru akses ke kanal media sosial @kemenkopukm. Seri pelatihan daring terintegrasi program SPARC Campus (dapat akses pada SMESCO) serta Kakak Asuh UMKM.

Menko Luhut Yakin 3 Juta UMKM Go Digital Akhir 2020

Sebeumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yakin jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang go digital bisa mencapai 3 juta pada akhir 2020. Alasannya, per 16 September sudah ada 1,9 juta UMKM yang masuk ke ekosistem digital.

Luhut mengatakan, tingginya minat pelaku UMKM untuk beralih ke ekosistem digital akibat berbagai manfaat untuk pengembangan bisnis. Antara lain kemudahan proses pemasaran dan kemampuan jangkauan pasar yang lebih luas.

“Hal itu terbukti oleh survei BPS, saat 16 persen UMKM cenderung melakukan diversifikasi usaha selama pandemi Covid-19. Kemudian, 83 persen sisanya UMKM mengakui adanya pengaruh positif dalam penggunaan media online untuk kegiatan pemasaran,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Luhut optimis total ada 3 juta UMKM yang akan go digital hingga akhir tahun ini. Sehingga dapat memperoleh yang mencapai 150 persen dari target awal yang sesuai penetapannya.

“Kita bisa mencapai 3 juta pada akhir tahun ini. Artinya kita capai target 150 persen dari target awal yang kita canangkan,” tegasnya.

Bank DKI Kucurkan Kredit ke UMKM Jakpreneur Bantu Pulihkan Ekonomi Jakarta

Bank DKI Kucurkan Kredit ke UMKM Jakpreneur Bantu Pulihkan Ekonomi Jakarta

Bank DKI Kucurkan Kredit ke UMKM Jakpreneur Bantu Pulihkan Ekonomi Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga telah melakukan beberapa terobosan untuk memulihkan aktivitas ekonomi di ibu kota. Salah satunya, memulihkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan sektor paling terdampak wabah Pandemi Covid-19.

Asisten Perekonomian dan Keuangan DKI Jakarta, Sri Haryati mengungkapkan, ada tiga hal yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk memulihkan sektor UMKM. Salah satunya adalah pemberian kredit pemula dan penyaluran dana percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh Bank DKI.

Selain penyaluran kredit, pihaknya juga melakukan relaksasi perizinan usaha mikro dan kecil. Hingga 8 September, ada 50.902 izin UMK yang telah diterbitkan dengan omset mencapai Rp 399 miliar. Pihaknya juga membidani pembentukan koperasi di kampung-kampung prioritas.

Melansir dari Sbobet Casino Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Farid Wazdi mengatakan.Bank DKI memiliki peran dalam pembangunan ekonomi di Jakarta.

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan RI. Yang telah mempercayakan Bank DKI untuk dapat berkontribusi dalam program percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Pasar Dalam Negeri Masih Potensial, UMKM Tinggal Optimalkan Sederet Peluang

Peneliti sekaligus Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Aviliani mendorong UMKM untuk lebih mengoptimalkan peluang di pasar domestik. Sebab pasar domestik dinilai masih seksi untuk menyerap produk lokal karya anak bangsa.

“Kalau kita lihat peluang di pasar domestik itu sangat besar untuk menyerap produk lokal kita. Maka, UMKM kita perlu diarahkan ke pasar domestik,” ujar dia dalam webinar yang digagas oleh Bappenas, Selasa (8/9).

Aviliani menyebut perkembangan gaya hidup digital menjadi bukti besarnya peluang yang belum dimanfaatkan oleh UMKM. Tercatat, akses teknologi informasi dan komunikasi sudah menjangkau lebih dari 90 persen populasi masyarakat Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) jumlah UMKM yang sudah memanfaatkan layanan digitalisasi baru mencapai 13 persen. “Artinya ini masih jauh, jumlah UMKM yang memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas cakupan bisnis di dalam negeri,” ujarnya.

Terlebih, sambung Aviliani, pada tahun 2030 nanti pemerintah melalui Kemenko Perekonomian memproyeksikan ada 135 juta penduduk Indonesia akan memiliki penghasilan bersih diatas USD 43.600 sebagai konsumen. Imbasnya tingkat konsumsi masyarakat diyakini akan terus melonjak hingga berkali lipat.

Pemerintah Gelar Pelatihan UMKM Labuan Bajo Jadi Wisata Premium

Pemerintah Gelar Pelatihan UMKM Labuan Bajo Jadi Wisata Premium

Pemerintah Gelar Pelatihan UMKM Labuan Bajo Jadi Wisata Premium – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya menggenjot Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya di 5 destinasi wisata super prioritas. Salah satunya di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Dengan melatih para pelaku Koperasi dan UKM agar bisa beradaptasi ditengah pandemi Covid-19, melalui peningkatan produksi maupun pemasaran secara digital.

Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia Kemenkop UKM, Arif Rahman Hakim mengatakan, pelatihan yang digelar tersebut sebagai dukungan kepada daerah pariwisata, pelatihan telah digelar di 5 destinasi super prioritas yaitu Danau Toba Sumatra Utara, Mandalika NTB, Borobudur Magelang, dan kali ini di Labuan Bajo NTT, da pelatihan juga akan dilanjutkan di Likupang Minahasa Utara Sulut.

Ia menjelaskan, pelatihan yang dilakukan, antara lain untuk pemandu wisata, pelaku kerajinan, pengolahan hasil kuliner, pertanian, perikanan hingga kewirausahaan agar bisa meningkatkan pemasaran secara digital. KemenkopUKM mentargetkan, pelaku UMKM di destinasi Labuan Bajo memiliki bekal pengetahuan, dalam menghadapi perubahan penurunan pemasaran dan beradaptasi dengan pandemi Covid-19.

Melansir dari Sbobet Casino “Targetnya yang ingin dicapai, pelaku UMKM diharapkan mempunyai bekal pengetahuan untuk bisa menyesuaikan terhadap perubahan perubahan yang ada. Perubahan yang dialami adalah mereka yang mengalami penurunan pemasaran,” katanya.

Pihaknya juga memberikan materi tetang pemasaran digital melalui di laman-laman katalog pemerintah yaitu LKPP dan BUMN. Bahkan menurutnya, kerjasama dilakukan dengan Telkom untuk melatih pelaku UMKM mahir terhadap e-commerce dan aplikasi pasar digital.

UMKM Labuan Bajo Sedang Terpuruk

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dula mengakui, akibat Covid-19 UMKM di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, terpuruk. Untuk itu, Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah melalui KemenkopUKM yang memberikan pelatihan bagi 270 pelaku UMK di Labuan Bajo NTT.

“Covid-19 telah membuat UMKM di Labuan Bajo terpuruk. Saya Berterimakasih kepada KemenkopUKM yang melatih pelaku UMKM disini agar bisa bangkit,” kata Dula.

Menurut Dula, pelatihan ini sangat penting untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pariwisata Labuan Bajo sangat tergantung dengan UMKM. Agustinus mengatakan, UMKM menjadi indikator ekonomi meningkat atau terpuruk.

“Pelatihan ini sangat penting bagi UMKM Labuan Bajo. Karena pariwisata disini sangat tergantung dengan UMKM. UMKM langsung memproduksi, melakukan transaksi dan menjual,” tambahnya.

Ia berharap, pelatihan tersebut akan membuat UMKM terseleksi, kompeten dan menghasilkan SDM Labuann Bajo yang unggul. Pemasaran digital katanya, sangat diperlukan bagi mereka agar lebih memiliki daya saing.

“Terutama menjaga kualitas. Saya yakin latihan untuk digital dan pemasaran. Maka UMKM memiliki peluang tinggi untuk memasarkan secara digital,” pungkas Dula.

Everplate Kitchens Beri Kemudahan UMKM Berbisnis Online Food Delivery

Everplate Kitchens Beri Kemudahan UMKM Berbisnis Online Food Delivery

Everplate Kitchens Beri Kemudahan UMKM Berbisnis Online Food Delivery -Everplate Kitchens berkomitmen mendukung perkembangan pesan-antar makanan di Indonesia. Langkah yang untuk kalian jalankan dengan menawarkan penyewaan dapur dengan berbagai nilai tambah layanan. Seperti pengelolaan fasilitas, dukungan operasional dan konsultasi perkembangan usaha kuliner.

Selain itu, properti dan dapur rancangan khusus untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya untuk para pengusaha kuliner.

Melansir dari http://ratutogel.com/ General Manager Everplate Kitchens Jingxun Pow mengatakan, memiliki misi utama untuk membantu restoran/pemilik usaha pada bidang kuliner dalam meningkatkan efisiensi dan memecahkan masalah untuk usaha mereka, terutama dalam pengelolaan tempat, efisiensi biaya dan tenaga kerja.

“Ide utama kami adalah untuk membentuk suatu fasilitas yang akan mendukung dan mempermudah para pengusaha dalam bidang kuliner,” kata Jingxun, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Jelasnya, Everplate Kitchens  telah beroperasi dengan lokasi pertama yaitu pada Mall La Codefin, Kemang Raya pada akhir tahun 2019.

Saat ini, Everplate telah melakukan ekspansi pada dua lokasi tambahan yaitu Jalan Anggrek Neli Murni dan Belmont Residence. Martabak 65A, Klean Bowl, Samcan Goreng Epenk, Niyom Express, dan Wakaka Group merupakan beberapa pengusaha kuliner ternama yang telah bergabung bersama Everplate.

Selain itu, kata Jingxun beberapa keuntungan bisa kalian rasakan oleh berbagai pihak dalam industri kuliner. Pertama, untuk para pengusaha kuliner, dapat memanfaatkan biaya awal untuk membuka usaha yang lebih murah dari pada membuka toko fisik/restoran (terutama pada lokasi premium).

“Pelaku usaha UMKM bisa memulai usahanya dalam waktu yang singkat, dan Resiko bisnis keseluruhan juga akan berkurang secara drastis,” katanya.

Lokasi Strategis

Kedua, untuk konsumen layanan antar dengan dukungan oleh Lokasi strategis dan biaya pengiriman yang lebih terjangkau. Proses pengiriman yang lebih efisien, kualitas makanan yang lebih baik, hingga pilihan makanan dan minuman yang bervariasi.

Ketiga, para mitra driver juga memperoleh kemudahan dan keuntungan untuk mengambil pesanan lebih cepat dan jarak yang relatif dekat.

“Hal tersebut menyadarkan kami bahwa misi kami tidak hanya sekedar untuk membantu para pelaku usaha untuk lebih efisien. Namun untuk membantu agar hasil karya mereka bisa menjangkau lebih banyak orang,” pungkasnya.

Pemprov DKI Permudah Izin Usaha hingga Akad Kredit Bantu UMKM Terdampak Pandemi

Pemprov DKI Permudah Izin Usaha hingga Akad Kredit Bantu UMKM Terdampak Pandemi

Pemprov DKI Permudah Izin Usaha hingga Akad Kredit Bantu UMKM Terdampak Pandemi – Untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terkena dampak dari pandemi Covid-19, Pemprov DKI Jakarta menghadirkam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) bidang UMKM.

Wujudnya, Pemprov DKI merelaksasi penerbitan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), akad kredit usaha. Dan penyerahan akte pendirian koperasi pada 21 kampung prioritas yang tersebar di 10 Kecamatan di Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Ahmad Riza Patria meresmikan program tersebut secara daring di Balai Kota Jakarta, pada Jumat (11/9/2020),

Melansir dari laman Daftar Live22  “Saya sampaikan selamat kepada teman-teman yang mendapatkan izin usaha mikro. Mendapatkan akta kredit dan izin pendirian koperasi yang hari ini secara resmi serahnya,” ucap Anies.

Menurut Anies, pemulihan sektor usaha mikro menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta. Sehingga Pemprov DKI Jakarta memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk berkembang.

“Bapak Ibu yang menerima surat izin, akta kredit dan pendirian koperasi, pada dasarnya kami ingin negara hadir untuk semua, karenanya kita proaktif jemput bola. Supaya teman-teman dapat akses keuangan agar usahanya berkembang,” kata Anies.

Jaga Kepercayaan

Selain itu, Anies juga berharap agar mereka yang sudah mendapatkan izin usaha.  Dapat memanfaatkan kemudahan tersebut sebaik-baiknya untuk lebih menbangkan usahanya dari mikro menjadi menengah hingga nantinya berskala besar. Tak lupa untuk menjaga kepercayaan kreditur dengan menaati segala ketentuan.

“Kita berharap izin ini memanfaatkan sebaiknya, jaga kepercayaan pelanggan dan lembaga keuangan. Karena kegiatan usaha adalah kegiatan kepercayaan, karena itu jaga dengan baik. Pastikan setiap kegiatan usaha menjalankan dengan komitmen sehingga usaha mikro berkembang,” terangnya.

“Ini adalah keinginan kita semua, supaya Bapak/Ibu yang dapat akses dapat membesarkan usahanya. Kita ingin Jakarta berkeadilan, kita ingin semua punya kesempatan maju berkembang. Karena tugas kita adalah membesarkan yang kecil dan memberikan kesempatan yang setara,” pungkasnya.

Cara Bangkitkan UMKM saat Pandemi lewat Program KKN

Cara Bangkitkan UMKM saat Pandemi lewat Program KKN

Cara Bangkitkan UMKM saat Pandemi lewat Program KKN – Usaha mikro dan kecil menengah (UMKM), salah satu sektor usaha terkena dampak pandemi COVID-19. Melihat kondisi tersebut, pengamat ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Wisnu Wibowo mengusulkan untuk mendorong mahasiswa membantu UMKM Go Digital lewat program kuliah kerja nyata (KKN).

Wisnu menuturkan, saat ini kunci mengembangkan UMKM yaitu inovasi dan transformasi digital. Ia menuturkan, inovasi tersebut bisa dalam bentuk produk dan membaca peluang bisnis dari yang tidak ada menjadi ada. Selain itu, UMKM nilainya memiliki fleksibel untuk mengambil peluang lainnya sehingga bertransformasi dengan mengikuti situasi dan perkembangan pada masyarakat.

Wisnu menuturkan, fleksibilitas itu dapat ia lakukan UMKM lantaran modal tidak terlalu besar. Meski demikian, UMKM menilai butuh pendampingan dalam berinovasi dan bertransformasi digital.

“Ada proses pendampingan itu yang harus dilakukan,”ujar Wisnu saat dihubungi.

Wisnu menuturkan, proses pendampingan UMKM Go Digital perlu dilakukan mengingat tantangan dihadapi antara lain tingkat kesiapan UMKM menerapkan teknologi seperti memakai internet, memanfaatkan media sosial, dan lainnya. Selain itu, infrastruktur teknologi juga masih lemah terutama sinyal yang belum stabil.

“Sekitar 23,8 persen UMKM sudah memahami bisnis secara daring. Kemudian tantangan lainnya kesiapan SDM, karena UMKM yang mendominasi kualitas SDM belum mumpuni, maka kesiapan untuk gunakan internet masih rendah,” ia menambahkan.

Oleh karena itu, Wisnu mengusulkan perguruan tinggi membantu UMKM Go Digital, salah satunya lewat program kuliah kerja nyata (KKN). Seiring pandemi COVID-19 yang terjadi, menurut Wisnu, program KKN bisa dengan menerapkan protokol kesehatan.

Perlu Jaga Kesiapan Menjaga Pasar

Selain pendampingan untuk UMKM Go Digital, Wisnu mengatakan, perlu juga untuk menjaga kesiapan pasar bagi UMKM. Hal ini juga jadi faktor untuk mendorong UMKM mau Go Digital. Selama ini menurut Wisnu, ada sejumlah UMKM enggan Go Digital karena kekhawatiran tidak ada pasar dan tidak mengetahui teknologi.

“Pemerintah dan swasta perlu menjaga kesiapan pasar, misalkan dengan membeli produk UMKM. Ini perlu pendampingan,” tuturnya.

Wisnu mengatakan, https://testyfesty.com/ UMKM merupakan pahlawan ekonomi Indonesia. Saat ini, UMKM terkena dampak pandemi sehingga butuh bantuan untuk membantu memulihkan ekonomi Indonesia.

“UMKM yang juga pahlawan ekonomi sedang sakit dan terdampak akibat pandemi. UMKM tidak boleh mati, karena kalau pahlawan ekonomi mati susah pemulihan ekonomi ke depannya,” ujarnya.

Selebgram Lindawaty Berikan Kursus Online Sampai Cetak Ribuan UMKM

Selebgram Lindawaty Berikan Kursus Online Sampai Cetak Ribuan UMKM

Selebgram Lindawaty Berikan Kursus Online Sampai Cetak Ribuan UMKM – Selebgram yang juga seorang chef, Lindawaty kian semangat menebar ilmu memasaknya. Pada masa pandemi Covid-19 ini,   ia membuka kursus online bagaimana cara membuat kue atau makanan. Makanan Linda banyak yang ,menyukai dari kalangan selebritis seperti Lesti Kejora, Poppy Bunga, Salmafina Sunan, Vanessa Angel dan banyak yang lainnya.

Melansir dari Daftar Live22 Ternyata cara yang Lindawaty tempuh itu menarik perhatian banyak wanita yang ingin belajar darinya. Kini, dari akun Instagramnya yang memiliki pengikut hingga lebih dari 400ribuan, Lindawaty juga tak pelit membagikan resep. Tapi, peminat kursus onlinenya justru kian banyak.

“Sepertinya karena mereka ingin tahu teknik dan tips tricknya lebih dalam, makanya banyak yang ikut kursus. Apalagi trend makanan dan minuman kekinian cepat berganti,” ujar Lindawaty saat ditemui pada Dapur Lindawaty Cakery, Margonda, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini.

Wirausaha

Dahulu, Lindawaty membagikan makanan serta resep yang pembuatannya dari akun Instagram Dapur Lindawaty. Aktivitas yang awalnya hanya sekadar membunuh kebosanan ini setelah itu malah mendapat sambutan dari netizen. Dari awal tahun 2016, follower Instagramnya hanya sekitar 5000an, namun hanya beberapa bulan berikutnya, melonjak hingga 50ribuan, yang membuatnya kemudian membuat buku resep. Hingga kini, sudah empat buah buku resep karyanya yang laris manis.

“Tujuannya memang membentuk wirausaha, apalagi pada masa pandemi seperti ini, ketertarikan akan kursus online sangat meningkat, hingga empat kali lipat,” ujarnya.

Proses

Setiap menu yang ia sajikan pada kursus online, tentu sudah melewati proses development dari timnya.

Tak hanya memberikan pengajaran lewat kursus online, Dapur Lindawaty juga melayani pembelian alat-alat baking karena banyaknya permintaan peserta kursus.

Seiring banyaknya peserta yang mengikuti kursusnya, lalu banyak permintaan agar makanan yang menjadi materi kursus, bisa mencicipi langsung. Karena itu, sejak awal 2020, Lindawaty membuka Dapur Lindawaty Cakery yang terletak pada Jalan Margonda Raya no 494E, sebagai toko kuenya.

Online

Aneka kue, roti, pudding hingga kopi yang ia sajikan dengan nikmat dan tentu saja fresh dari dapurnya. Meski hanya mengadakan beberapa bangku, toko yang instagrammable ini tak pernah sepi pengunjung.

“Sekitar 80% pembeli memang membeli lewat online, biasanya dengan ojek online atau juga bisa order ke nomor WA kami. Sisanya dating ke toko, memilih makanan yang akan kalian beli, lalu pulang,” jelasnya.

Kelebihan

Kelebihan lain dari Dapur Lindawaty Cakery adalah, makanan yang kalian pesan bisa antar mulai jam 7 pagi. Inovasi ini rupanya untuk menjawab kebutuhan orang tua untuk anak-anaknya yang memulai sekolah online pada pagi hari.

Perkembangan usaha kuliner yang ia tekuni, tentu bukan dibangun dalam waktu semalam dan dengan jalan mudah. Proses jatuh bangun juga trial and error telah dilewatinya. Namun, perempuan berkacamata ini tetap rendah hati dan selalu berinovasi mengembangkan usaha yang dibangunnya dari garasi rumah ini.

Sri Mulyani Tugaskan LPEI Bantu UMKM Berorientasi Ekspor

Sri Mulyani Tugaskan LPEI Bantu UMKM Berorientasi Ekspor

Sri Mulyani Tugaskan LPEI Bantu UMKM Berorientasi Ekspor – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dapat penugasan khusus dari pemerintah untuk membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini ditandai dengan terbitnya Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 372 dan KMK 08/2020 tentang Penugasan Khusus Kepada LPEI Dalam Usaha Mendukung Sektor Usaha Kecil Menengah Berorientasi Ekspor.

“Hari ini kita memberikan program lain yaitu melalui LPEI kita melakukan penugasan khusus untuk meningkatkan ekspor untuk UMKM tersebut. Secara konkrit pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan kita bekerjasama dengan Kementerian lain, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kemenparekraf, Kementerian Koperasi dan UMKM,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan, Lucky Alfirman dalam acara webinar, di Jakarta.

Melansir dari https://superbandar.live/ menjelaskan, tujuan diterbitkannya KMK ini adalah untuk membantu UMKM yang berorientasi ekspor mendapatkan modal kerja ataupun investasi agar mampu meningkatkan daya saing dalam kancah nasional maupun internasional.

Program yang akan dilaksanakan LPEI

ini menyisir UMKM yang memiliki usaha produktif berorientasi ekspor baik langsung maupun tidak langsung. UMKM yang telah menjalankan perusahaan minimal 2 tahun, dimiliki oleh Warga Negara Indonesia. Memiliki kolektibilitas lancar tidak sedang dalam proses klaim atau utang, pelaksanaan kegiatan usaha di dalam negeri. Serta memiliki fasilitas jaringan produksi dengan produk standar ekspor.

“Dari sisi platformnya nanti akan ada dua untuk usaha kecil sebesar 500 juta sampai dengan 2 miliar usaha menengah 2 miliar sampai dengan 15 miliar. Dana kredit maksimal 5 tahun sedangkan kredit investasi diberikan minimal 3 tahun itu syarat umumnya,” jelas dia.

Pemerintah berharap LPEI sebagai pelaksana harus selalu kreatif dan inovatif untuk membantu ekspor UMKM. Tak hanya itu LPEI juga diharap dapat melaksanakan program untuk UMKM ini dengan baik untuk bisa mengcover mencakup seluruh UMKM terdampak. Serta melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder yang aktif dan memberikan Pembinaan dan pelatihan untuk UMKM yang memiliki potensi ekspor.

“Pemerintah sangat berharap UMKM yang berorientasi ekspor dapat memanfaatkan fasilitas ini sehingga dapat meningkatkan potensi ekspor yang dimilikinya. Jadi bukan semata-mata UMKM tersebut. Tapi dampak multiplayer efeknya terhadap perekonomian itu khususnya di tengah kondisi pandemi covid-19.  Ini itu akan sangat bagus penciptaan lapangan kerja penciptaan dampaknya positif bagi perekonomian,” tandas di

Menkop Teten Minta Pelatihan UMKM Digencarkan

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan dari berbagai kajian menunjukkan. UMKM maupun perekonomian nasional harus mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi COVID-19 dalam waktu yang cukup lama.

Oleh karena itu, Teten berharap hasil pelatihan-pelatihan yang dilakukan selama pandemi COVID-19 bisa diarahkan bagaimana Koperasi dan UMKM. Melakukan adaptasi bisnis, adaptasi usaha, digitalisasi UMKM menjadi prioritas, serta inovasi produk sekarang juga menjadi penting.

Sebagai contoh, ia menyebut pengrajin batik di Jawa Tengah, yang di awal mengalami penurunan penjualan yang luar biasa. Tapi kemudian mereka survive karena banting setir dengan berjualan produk pakaian rumah, seperti daster, celana pendek, dll, sehingga penjualan meningkat.

Serta banyak restoran dan kafe yang tutup, yang tidak boleh berjualan, lalu mereka banting setir membuat produk makanan kemasan, seperti frozen food, dan makanan siap saji dalam bentuk siap dimasak di rumah.

Kata Teten, saat ini di sektor makanan dan minuman sedang digandrungi. Selain itu, industri perumahan terutama di makanan minuman ini sedang bertumbuh.