Bank DKI Kucurkan Kredit ke UMKM Jakpreneur Bantu Pulihkan Ekonomi Jakarta

Bank DKI Kucurkan Kredit ke UMKM Jakpreneur Bantu Pulihkan Ekonomi Jakarta

Bank DKI Kucurkan Kredit ke UMKM Jakpreneur Bantu Pulihkan Ekonomi Jakarta

Bank DKI Kucurkan Kredit ke UMKM Jakpreneur Bantu Pulihkan Ekonomi Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga telah melakukan beberapa terobosan untuk memulihkan aktivitas ekonomi di ibu kota. Salah satunya, memulihkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan sektor paling terdampak wabah Pandemi Covid-19.

Asisten Perekonomian dan Keuangan DKI Jakarta, Sri Haryati mengungkapkan, ada tiga hal yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk memulihkan sektor UMKM. Salah satunya adalah pemberian kredit pemula dan penyaluran dana percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh Bank DKI.

Selain penyaluran kredit, pihaknya juga melakukan relaksasi perizinan usaha mikro dan kecil. Hingga 8 September, ada 50.902 izin UMK yang telah diterbitkan dengan omset mencapai Rp 399 miliar. Pihaknya juga membidani pembentukan koperasi di kampung-kampung prioritas.

Melansir dari Sbobet Casino Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Farid Wazdi mengatakan.Bank DKI memiliki peran dalam pembangunan ekonomi di Jakarta.

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan RI. Yang telah mempercayakan Bank DKI untuk dapat berkontribusi dalam program percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Pasar Dalam Negeri Masih Potensial, UMKM Tinggal Optimalkan Sederet Peluang

Peneliti sekaligus Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Aviliani mendorong UMKM untuk lebih mengoptimalkan peluang di pasar domestik. Sebab pasar domestik dinilai masih seksi untuk menyerap produk lokal karya anak bangsa.

“Kalau kita lihat peluang di pasar domestik itu sangat besar untuk menyerap produk lokal kita. Maka, UMKM kita perlu diarahkan ke pasar domestik,” ujar dia dalam webinar yang digagas oleh Bappenas, Selasa (8/9).

Aviliani menyebut perkembangan gaya hidup digital menjadi bukti besarnya peluang yang belum dimanfaatkan oleh UMKM. Tercatat, akses teknologi informasi dan komunikasi sudah menjangkau lebih dari 90 persen populasi masyarakat Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) jumlah UMKM yang sudah memanfaatkan layanan digitalisasi baru mencapai 13 persen. “Artinya ini masih jauh, jumlah UMKM yang memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas cakupan bisnis di dalam negeri,” ujarnya.

Terlebih, sambung Aviliani, pada tahun 2030 nanti pemerintah melalui Kemenko Perekonomian memproyeksikan ada 135 juta penduduk Indonesia akan memiliki penghasilan bersih diatas USD 43.600 sebagai konsumen. Imbasnya tingkat konsumsi masyarakat diyakini akan terus melonjak hingga berkali lipat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *