Doenload Joker123 idnlive agen joker123 Agen Togel IDN Live situs slot online bocoran hk

BSN UMKM Tak Wajib Terapkan SNI Masker Kain

BSN UMKM Tak Wajib Terapkan SNI Masker Kain

BSN UMKM Tak Wajib Terapkan SNI Masker Kain

BSN UMKM Tak Wajib Terapkan SNI Masker Kain – Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan standar nasional Indonesia (SNI) kepada masker kain yang ada pada pasaran maupun buatan rumahan atau UMKM saat tengah pandemi COVID-19.

Kepala Humas BSN Denny Wahyudi menegaskan, SNI Masker dari Kain masih bersifat sukarela, belum pemberlakuan secara wajib SNI.

“Itu artinya produsen masker belum berkewajiban memproduksi masker sesuai SNI tersebut. Meskipun begitu, informasi tentang SNI Masker dari Kain penting mengetahui karena dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang produk yang aman dan berkualitas,” kata Denny.

Kendati begitu, kata Denny regulator terkait bisa memberlakukan SNI secara wajib yang penetapan BSN menyangkut masalah keamanan, keselamatan, kesehatan, atau faktor lingkungan hidup.

Untuk kegiatan sertifikasi SNI oleh UKM, pada dasarnya menjadi tanggungan UKM yang bersangkutan. Ujar Denny, hal ini juga berlaku untuk umum, tidak hanya dalam konteks Masker Dari Kain. Tetapi, pemerintah baik pusat maupun daerah menurutnya memiliki program pembinaan kepada UKM termasuk pembinaan sertifikasi SNI.

Melansir dari laman Sbobet Casino BSN sendiri memiliki program pembinaan UKM yang biasanya tiap awal tahun pengumuman pada web BSN. Dari tahun 2015 – 2020, Total UKM yang pembina BSN sejumlah 780 UKM, 70 UKM antaranya berhasil meraih SPPT SNI.

“Sekali lagi, SNI Masker untuk Kain, saat ini masih bersifat SUKARELA. Belum pemberlakuan secara wajib SNI nya oleh regulator,” tegasnya.

BSN berharap dengan keluarnya SNI masker kain itu, agar pelaku usaha memproduksi masker dari kain bisa sesuai ketentuan dalam persyaratan mutu SNI, guna menghasilkan produk masker yang aman dan berkualitas bagi para penggunanya.

Kemenperin: SNI Masker Kain untuk Melindungi Masyarakat

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengajukan rumusan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) untuk masker dari kain. Semangat dari aturan SNI masker kain ini untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Kemudian, perumusan RSNI melalui Komite Teknis SNI 59-01, Tekstil dan Produk Tekstil mengalokasikan anggaran guna menetapkan RSNI masker dari kai. Dengan melibatkan seluruh pihak-pihak yang berkepentingan seperti akademisi, peneliti, laboratorium uji, Satgas Covid-19 dan industri produsen masker kain dalam negeri.

Penetapan SNI ini telah diusulkan dalam Program Nasional Perumusan Standar (PNPS) sampai dengan ditetapkan sebagai SNI memakan waktu tidak sampai 5 Bulan. Mengingat SNI ini menjadi kepentingan nasional dan kebutuhan yang mendesak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *