Cara Bangkitkan UMKM saat Pandemi lewat Program KKN

Cara Bangkitkan UMKM saat Pandemi lewat Program KKN

Cara Bangkitkan UMKM saat Pandemi lewat Program KKN

Cara Bangkitkan UMKM saat Pandemi lewat Program KKN – Usaha mikro dan kecil menengah (UMKM), salah satu sektor usaha terkena dampak pandemi COVID-19. Melihat kondisi tersebut, pengamat ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Wisnu Wibowo mengusulkan untuk mendorong mahasiswa membantu UMKM Go Digital lewat program kuliah kerja nyata (KKN).

Wisnu menuturkan, saat ini kunci mengembangkan UMKM yaitu inovasi dan transformasi digital. Ia menuturkan, inovasi tersebut bisa dalam bentuk produk dan membaca peluang bisnis dari yang tidak ada menjadi ada. Selain itu, UMKM nilainya memiliki fleksibel untuk mengambil peluang lainnya sehingga bertransformasi dengan mengikuti situasi dan perkembangan pada masyarakat.

Wisnu menuturkan, fleksibilitas itu dapat ia lakukan UMKM lantaran modal tidak terlalu besar. Meski demikian, UMKM menilai butuh pendampingan dalam berinovasi dan bertransformasi digital.

“Ada proses pendampingan itu yang harus dilakukan,”ujar Wisnu saat dihubungi.

Wisnu menuturkan, proses pendampingan UMKM Go Digital perlu dilakukan mengingat tantangan dihadapi antara lain tingkat kesiapan UMKM menerapkan teknologi seperti memakai internet, memanfaatkan media sosial, dan lainnya. Selain itu, infrastruktur teknologi juga masih lemah terutama sinyal yang belum stabil.

“Sekitar 23,8 persen UMKM sudah memahami bisnis secara daring. Kemudian tantangan lainnya kesiapan SDM, karena UMKM yang mendominasi kualitas SDM belum mumpuni, maka kesiapan untuk gunakan internet masih rendah,” ia menambahkan.

Oleh karena itu, Wisnu mengusulkan perguruan tinggi membantu UMKM Go Digital, salah satunya lewat program kuliah kerja nyata (KKN). Seiring pandemi COVID-19 yang terjadi, menurut Wisnu, program KKN bisa dengan menerapkan protokol kesehatan.

Perlu Jaga Kesiapan Menjaga Pasar

Selain pendampingan untuk UMKM Go Digital, Wisnu mengatakan, perlu juga untuk menjaga kesiapan pasar bagi UMKM. Hal ini juga jadi faktor untuk mendorong UMKM mau Go Digital. Selama ini menurut Wisnu, ada sejumlah UMKM enggan Go Digital karena kekhawatiran tidak ada pasar dan tidak mengetahui teknologi.

“Pemerintah dan swasta perlu menjaga kesiapan pasar, misalkan dengan membeli produk UMKM. Ini perlu pendampingan,” tuturnya.

Wisnu mengatakan, https://testyfesty.com/ UMKM merupakan pahlawan ekonomi Indonesia. Saat ini, UMKM terkena dampak pandemi sehingga butuh bantuan untuk membantu memulihkan ekonomi Indonesia.

“UMKM yang juga pahlawan ekonomi sedang sakit dan terdampak akibat pandemi. UMKM tidak boleh mati, karena kalau pahlawan ekonomi mati susah pemulihan ekonomi ke depannya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *