Menteri Teten Akan Tingkatkan Penggunaan Produk UMKM Demi Tutup Impor

Menteri Teten Akan Tingkatkan Penggunaan Produk UMKM Demi Tutup Impor

Menteri Teten Akan Tingkatkan Penggunaan Produk UMKM Demi Tutup Impor

Menteri Teten Akan Tingkatkan Penggunaan Produk UMKM Demi Tutup Impor – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan aktivitas produk impor ada kemungkinan menutupnya. Hal ini terjadi apabila kebutuhan masyarakat dan Pemerintah bisa terpenuhi oleh UMKM di Indonesia.

“Kita dari Kabinet sedang mengupayakan agar konsumsi masyarakat menyerap produk UMKM. Karena itu kalau misalnya kebutuhan konsumsi pemerintah dan masyarakat sudah bisa menyediakan produk dalam negeri maka harus tutup impor,” kata Teten dalam acara Inspirato Sharing Session ‘Memulai Usaha pada Era Krisis’.

Lanjutnya, pada masa pandemi covid-19 ini banyak pelaku UMKM yang permintaannya menurun drastis. Sebab, masyarakat banyak yang kehilangan pekerjaan, baik terkena PHK maupun dirumahkan sehingga pendapatan mereka pun hilang.

Menurutnya meskipun program jaminan sosial memperluas, ia berharap mungkin bisa mengungkit kembali. Konsumsi masyarakat bisa sampai 57 persen seperti sebelum pandemi.

“Kita sedang coba yang punya daya beli itu Pemerintah dan BUMN, tahun ini Rp 321 triliun anggaran 2020 Kementerian sudah memprioritaskan. Untuk membeli produk UMKM, sehingga implementasinya kita bekerja sama dengan LKPP dan daerah agar produk UMKM segera terdaftar dari e-katalog LKPP,” jelasnya.

Ia menegaskan, program e-katalog LKPP ini tidak hanya untuk masa pandemi saja, melainkan akan lanjut ke tahun-tahun berikutnya, hingga menjadi kebijakan resmi ke depannya.

Selain itu, Teten menyebut Kementerian Koperasi dan UKM sedang bekerjasama dengan Kementerian BUMN terkait pengadaan barang dari BUMN.

Menteri Teten Gagas Sekolah Ekspor Agar Produk UMKM Bisa Mendunia

Selain Urusi Modal UMKM, Jokowi Minta Menteri Teten Lakukan Hal Ini

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meresmikan Sekolah Ekspor. Langkah ini untuk meningkatkan produk ekspor UMKM Indonesia kedepannya.

“Soal sekolah ekspor kebetulan waktu itu kita coba-coba ekspor kerupuk ke China. Tapi dari situ kita punya pengalaman ternyata tidak mudah, Lanjutnya muncul ide buat sekolah ekspor,” kata Teten dalam peresmian E-Brochure Smesco Indonesia, Jakarta (19/8/2020).

Beliau menilai konsep yang mengusung dalam Sekolah Ekspor ini bukan sekedar pelatihan-pelatihan saja. Melainkan bagaimana menghubungkan dengan akses tempat kerja, dengan bea cukai, Diaspora, dan lainnya.

“Inilah target kita memang menaikkan volume ekspor kita yang baru 14 persen bisa dua kali lipat. Hanya karena pandemi kita mengukur lagi target-target kita dengan target yang lebih realistis,” ujarnya.

Pasalnya ia melihat ekspor produk UMKM Indonesia masih rendah dari pada negara tetangga. Maka hal itu merupakan tantangan Bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian lain. Khususnya Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan ekspor produk UMKM.

“Yang mengurus kementerian Koperasi dan UKM itu ada 18 Kementerian dan 43 lembaga. Akan tetapi kita akan fokus dari sektor-sektor yang permintaaan luar negerinya banyak, kalau sudah masuk (permintaan) kita bisa menawarkan produk yang lain,” ujarnya.

Ia sangat optimis, karena produk UMKM itu banyak antaranya sektor pertanian dan perikanan yang memiliki potensi yang besar untuk pengembangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *