Download Joker123 idnlive agen joker123 Agen Togel IDN Live situs slot online bocoran hk
https://slotpgsoft.com/ https://pragmaticslot24.net/ https://capitduit.live/ https://untung88.wildapricot.org/ http://142.11.212.36/ https://itg-rks.com/ https://judislot24.net/ https://agencasino88.biz/ https://evocasino.me/ https://77tangkas.com/ https://sbobet-online.xyz https://maxbetx.com/ https://playpoker.asia/ http://162.251.85.233/

5 Langkah yang Harus Dilakukan UMKM Kuliner untuk Berhasil di Cloud Kitchen

5 Langkah yang Harus Dilakukan UMKM Kuliner untuk Berhasil di Cloud Kitchen

5 Langkah yang Harus Dilakukan UMKM Kuliner untuk Berhasil di Cloud Kitchen – Saat pandemi ini, pemasaran bisnis kuliner bergeser ke market digital. Kamu pasti menjadi salah satu orang yang sering pesan makanan melalui aplikasi layanan pesan-antar (GoFood, GrabFood) dibanding makan di restoran.

Bahkan Instagram menjadi sebuah katalog atau portofolio untuk para pebisnis kuliner. Sebabnya, UMKM kuliner wajib mengetahui hacks untuk meningkatkan kehadiran online dan menjangkau lebih banyak konsumen.

Di bawah adalah 5 saran dari Everplate Kitchens untuk para pengusaha kuliner hingga bisa berhasil di cloud kitchen atau pun bisnis online food delivery secara keseluruhan. Apa saja?

1. Exposure melalui berbagai platform penjualan dan media sosial

UMKM Kuliner disarankan untuk daftar ke berbagai platform penjualan di bidang e-commerce, layanan pesan-antar, ataupun media sosial. Objektif ini adalah untuk meningkatkan brand awareness dan eksposur semaksimal mungkin.

2. Mengoptimalkan profil di aplikasi layanan pesan-antar

Semua partner Everplate Kitchens bisa ditemukan di halaman utama GoFood (Gojek) dan GrabFood (Grab).

Everplate Kitchens memastikan profil restoran sudah optimal sebelum di-onboard ke aplikasi GoFood atau GrabFood agar memaksimalkan konversi ketika konsumen melihat halamannya.

Beberapa komponen yang Everplate Kitchens memeriksa termasuk: kualitas hero banner, kategori yang relevan untuk meningkatkan pencarian, kualitas foto-foto menu makanan, segmentasi menu dan sebagainya.

Melansir dari Sbobet Casino Everplate Kitchens juga menyarankan agar setiap bisnis kuliner untuk daftar ke dalam kampanye nasional layanan pesan-antar.

Langkah ini dijamin akan tingkatkan eksposur di halaman utama masing-masing aplikasi layanan pesan-antar. Sebaiknya, diskon dipakai untuk 3-5 menu best seller dengan kualitas foto yang tinggi.

3. Meningkatkan rating restoran di aplikasi layanan pesan-antar

Untuk meningkatkan konversi lebih lanjut, restoran disarankan mempunyai rating di atas 4.5 bintang agar membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas makanan dan minuman tersedia.

Untungnya, Everplate Kitchens mempunyai inisiatif untuk meningkatkan rating restoran di dalam jangka waktu dua minggu.

4. Inisiatif untuk mengoptimalkan produktivitas dan efisiensi dapur

Everplate Kitchens sangat memprioritaskan produktivitas dan efisiensi per meter persegi dan tenaga kerja.

Karena itu, setiap dapur direkomendasikan untuk dipakai buat lebih dari satu brand. Sumber pendapatan menambah meskipun biaya awal dan operasional tetap sama.

Langkah ini juga merupakan kesempatan yang baik bagi pengusaha bisnis kuliner yang ingin mencoba ide atau konsep baru dengan resiko rendah.

5. Retensi pelanggan atau customer feedback

Terakhir, restoran harus memastikan kualitas produknya meninggalkan kesan yang baik ketika konsumen mencoba makanan dan minumannya.

Ini termasuk rasa, porsi, dan kualitas dibandingkan dengan titik harga. Ingat, penyiapan makanan untuk delivery beda dengan dine-in, jangka waktu masak dan pengemasan harus disesuaikan untuk layanan pengiriman.

Di Everplate Kitchens, setiap dapur dirancang khusus untuk delivery sehingga makanan dapat disiapkan dan diterima konsumen secepatnya.

Selain itu, sangat penting bagi restoran untuk mengumpul customer feedback agar bisa memperbaiki layanannya.

BSN UMKM Tak Wajib Terapkan SNI Masker Kain

BSN UMKM Tak Wajib Terapkan SNI Masker Kain

BSN UMKM Tak Wajib Terapkan SNI Masker Kain – Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan standar nasional Indonesia (SNI) kepada masker kain yang ada pada pasaran maupun buatan rumahan atau UMKM saat tengah pandemi COVID-19.

Kepala Humas BSN Denny Wahyudi menegaskan, SNI Masker dari Kain masih bersifat sukarela, belum pemberlakuan secara wajib SNI.

“Itu artinya produsen masker belum berkewajiban memproduksi masker sesuai SNI tersebut. Meskipun begitu, informasi tentang SNI Masker dari Kain penting mengetahui karena dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang produk yang aman dan berkualitas,” kata Denny.

Kendati begitu, kata Denny regulator terkait bisa memberlakukan SNI secara wajib yang penetapan BSN menyangkut masalah keamanan, keselamatan, kesehatan, atau faktor lingkungan hidup.

Untuk kegiatan sertifikasi SNI oleh UKM, pada dasarnya menjadi tanggungan UKM yang bersangkutan. Ujar Denny, hal ini juga berlaku untuk umum, tidak hanya dalam konteks Masker Dari Kain. Tetapi, pemerintah baik pusat maupun daerah menurutnya memiliki program pembinaan kepada UKM termasuk pembinaan sertifikasi SNI.

Melansir dari laman Sbobet Casino BSN sendiri memiliki program pembinaan UKM yang biasanya tiap awal tahun pengumuman pada web BSN. Dari tahun 2015 – 2020, Total UKM yang pembina BSN sejumlah 780 UKM, 70 UKM antaranya berhasil meraih SPPT SNI.

“Sekali lagi, SNI Masker untuk Kain, saat ini masih bersifat SUKARELA. Belum pemberlakuan secara wajib SNI nya oleh regulator,” tegasnya.

BSN berharap dengan keluarnya SNI masker kain itu, agar pelaku usaha memproduksi masker dari kain bisa sesuai ketentuan dalam persyaratan mutu SNI, guna menghasilkan produk masker yang aman dan berkualitas bagi para penggunanya.

Kemenperin: SNI Masker Kain untuk Melindungi Masyarakat

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengajukan rumusan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) untuk masker dari kain. Semangat dari aturan SNI masker kain ini untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Kemudian, perumusan RSNI melalui Komite Teknis SNI 59-01, Tekstil dan Produk Tekstil mengalokasikan anggaran guna menetapkan RSNI masker dari kai. Dengan melibatkan seluruh pihak-pihak yang berkepentingan seperti akademisi, peneliti, laboratorium uji, Satgas Covid-19 dan industri produsen masker kain dalam negeri.

Penetapan SNI ini telah diusulkan dalam Program Nasional Perumusan Standar (PNPS) sampai dengan ditetapkan sebagai SNI memakan waktu tidak sampai 5 Bulan. Mengingat SNI ini menjadi kepentingan nasional dan kebutuhan yang mendesak.

Gojek Beri Akses KUR Bunga 0 Persen ke Mitra UMKM

Gojek Beri Akses KUR Bunga 0 Persen ke Mitra UMKM

Gojek Beri Akses KUR Bunga 0 Persen ke Mitra UMKM – Pada masa pandemi Covid-19, Gojek terpilih oleh pemerintah sebagai mitra untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 0 persen bagi pebisnis UMKM.

Dengan kerja sama ini, mitra usaha Gojek dapat mendaftarkan pinjaman KUR Super Mikro dengan Suku Bunga 0 persen.

Melansir dari Sbobet Casino Penyaluran kredit ini diinisiasi oleh subsidi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) yang disalurkan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Nantinya, mitra usaha Gojek yang mendaftar dan memenuhi persyaratan bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp 10 juta.

Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo mengatakan, sebagai bagian dari inisiatif #MelajuBersamaGojek yang merupakan dukungan komprehensif dan inklusif ke mitra UMKM. Gojek sangat berbangga hati dapat dipercaya menjadi mitra pilihan pemerintah untuk memfasilitasi kesempatan bagi para mitra usaha Gojek mengakses program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro.

Proses Mendapatkan Pinjaman KUR

“Kredit dengan suku bunga 0 persen ini merupakan sebuah dukungan luar biasa pemerintah untuk UMKM dengan memberikan tambahan subsidi untuk para Penerima KUR dan calon Penerima KUR Super Mikro ini dan berkontribusi untuk pemulihan ekonomi nasional,” tutur Andre dalam keterangan.

Andre mengatakan, Gojek akan menjangkau mitra usaha melalui kanal informasi resmi mitra usaha Gojek. Dengan demikian, akan makin banyak mitra UMKM yang mendapat fasilitas kredit, guna menjaga perputaran usaha mereka.

Persetujuan dari Himbara

Kedepannya proses pengajuan pinjaman KUR akan menindaklanjuti dengan analisis serta juga dengan persetujuan akhir dari pihak Bank Himbara.

Gojek sendiri mendukung proses seleksi awal melalui pre-screening calon debitur dari mitra usaha Gojek menggunakan beberapa kriteria dasar. Namun, lalu calon debitur yang lolos tahap ini akan kita ajukan ke bank untuk proses penilaian dan analisa kredit sesuai prosedur.

Nantinya, jika terpilih sebagai debitur, maka bank akan melanjutkan proses penyaluran pinjaman langsung ke debitur yang bersangkutan.

Dalam rangka meningkatkan peran UMKM sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi dan penyerap tenaga kerja pada masa pandemi Covid-19. Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan pembiayaan UMKM. Antaranya dengan memberikan kemudahan akses. Penundaan pembayaran dan menyediakan tambahan subsidi bunga sehingga murah dan meringankan UMKM melalui pelonggaran kebijakan KUR.

Sandiaga Nilai UMKM Mestinya Menjadi Fokus Utama Penyelamatan Ekonomi

Sandiaga Nilai UMKM Mestinya Menjadi Fokus Utama Penyelamatan Ekonomi

Sandiaga Nilai UMKM Mestinya Menjadi Fokus Utama Penyelamatan Ekonomi – Sandiaga Salahudin Uno menegaskan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air sedang digoncang wabah virus corona. Ia juga mengatakan pandemi corona merupakan salah satu krisis yang harus dihadapi pelaku usaha termasuk oleh UMKM.

Menurut Sandiaga, kerugian adalah salah satu hal yang tak bisa dihindari pelaku usaha saat pandemi global ini. Dia pun mengimbau pengusaha UMKM untuk tetap bersemangat dan menjadikan krisis ini sebagai momentum untuk menempa diri. Apalagi, menurut Sandiaga, kewirausahaan lahir dari berbagai upaya untuk bertahan dalam berbagai tekanan dan beradaptasi dengan berbagai kondisi.

Menyemangati UMKM, bersama Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution, Kamrussamad Anggota Komisi XI DPR, Virdan Ilham Kepala Riset BEI dalam Dialog Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa se-Riau, Sandiaga menuturkan bahwa jika dokter perawat dan tenaga medis menjadi pahlawan dalam menghadapi pandemi, maka pelaku UMKM juga bisa menjadi pahlawan yang akan membangkitkan kembali roda perekonomian.

Dia menegaskan, UMKM merupakan sektor paling terdampak saat pandemi virus corona atau Covid-19. “Sebanyak 65 juta lebih unit usaha termasuk UMKM, 99 persen lebih dari 60 persen GDP disumbangkan oleh UMKM. Jadi yang harus menjadi fokus utama dalam penyelamatan ekonomi mestinya UMKM,” ujar Sandiaga dalam keterangannya, Rabu (23/9/2020).

Dia menceritakan, bahwa ada pelaku UMKM yang mengaku omzetnya turun hingga 100 persen dalam dua minggu terakhir. Sehingga hal tersebut menunjukkan tekanan yang luar biasa bagi ekonomi kerakyatan tersebut.

Melansir dari Sbobet Casino Sandiaga mengatakan jenis usaha UMKM sebagian besar menjalankan kegiatan secara harian. Oleh karena itu, penyaluran uang tunai melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT ) harus segera disalurkan, dan itu akan mempercepat pemulihan dari dampak Covid-19. “Karena begitu masyarakat memiliki akses ke uang tunai mereka akan mendorong konsumsi mereka dan akan berdampak ke UMKM,” ucapnya.

Pinjaman 0% Langkah Tepat

Sementara itu, Founder KAHMIPreneur Kamrussamad menilai, penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan skema pinjaman Pemda dengan bunga 0% merupakan langkah tepat untuk menyelamatkan ekonomi daerah di tengah pandemi corona ini.

Terlebih, kata dia, dana yang digelontorkan sebesar Rp 11,5 triliun dapat menggerakkan sektor riil melalui program ketahanan pangan, ketahanan kesehatan, dan ketahanan sektor riil.

Kamrussamad mengingatkan, dana tersebut harus disertai bunga yang rendah maksimal enam persen. Skema dan persyaratan penyaluran yang disederhanakan, dan menjangkau pelaku usaha UMKM serta pelaku usaha baru bukan hanya pada nasabah lama.

UMKM Belum Ditransfer Modal dari Pemerintah

UMKM Belum Ditransfer Modal dari Pemerintah

UMKM Belum Ditransfer Modal dari Pemerintah – Direktur Usaha Mikro PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Supari membeberkan alasan masih banyak pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) yang tak mendapat bantuan dari pemerintah. Salah satunya karena kurangnya kelengkapan data yang dimiliki pelaku usaha.

“Data itu jadi penting, BRI, Himbara dan KL terkait itu membahas data terus. Untuk masyarakat penting untuk NIK itu 1 saja, KTP elektronik,” ujar Supari dalam diskusi online, Jakarta.

Tidak hanya kelengkapan dokumen seperti KTP Elektronik, tetapi juga kepemilikan nomor telepon. Semakin sering berganti nomor telepon maka semakin kecil UMKM kemungkinan bisa mendapat bantuan modal dari pemerintah.

Melansir dari Daftar Live22 “Tentunya teman-teman masyarakat yang sudah punya HP jangan ganti-ganti supaya kalau ada program-program pemerintah bisa cepat dikasih tahu,” katanya.

Staf Khusus Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Riza Damanik mengatakan. Populasi UMKM di Indonesia sangat besar bahkan mencapai 63 juta. Jumlah tersebut apabila semua mengenal akses bank maka tidak menutup kemungkinan UMKM Indonesia bisa berkembang lebih baik.

“Dari 99 persen UMKM di Indonesia, 98 persen itu usaha mikro itu sehingga angkanya 63 juta. Kalau ini terdata dengan rapih, lalu masuk ke bankable, punya literasi tentang pembiayaan dan akses pasar yang memadai dan bisa masuk, diharapkan masuk ekonomi digital, maka UMKM ini akan lebih baik,” jelasnya.

RUU Ciptaker: UMKM Dapat Keringanan Biaya Untuk Mendirikan Perseroan

Sebelumnya, Pemerintah bersama Badan Legislasi DPR RI (Baleg) yang tergabung dalam Panitia Kerja (Panja) RUU Cipta Kerja. Melanjutkan pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Ciptaker Bab IX tentang Kawasan Ekonomi Khusus.

Pembahasan tersebut turut menyinggung perubahan status Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi perseroan. Hal ini dinilai akan meningkatkan level UMKM sehingga dapat bersaing lebih baik dan turut meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia.

Dalam proses perubahan status tersebut, disebutkan UMKM akan mendapat keringanan biaya pendaftaran.

Sebelumnya, pada DIM 6334 Pasal 153J ayat (1) RUU Ciptaker tertulis bahwa perseroan untuk UMKM akan dibebaskan dari segala biaya pendirian badan hukum. Hal ini secara spesifik akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP).

Menanggapi hal tersebut, tim pemerintah akhirnya menyampaikan usulan revisi bahwa pendirian perseroan bagi UMKM akan tetap dikenakan biaya Rp 50 ribu sesuai dengan UU PNBP.

“Untuk biaya izin mohon direvisi karena tetap harus ada biaya tapi nanti akan ditetapkan menyesuaikan dengan UU PNBP yang kami usulkan yaitu Rp 50 ribu,” ujar tim pemerintah.

Sebagai kesimpulan, Supratman mengusulkan norma direvisi bahwa pendirian perseroan bagi UMKM tidak dibebaskan biaya sepenuhnya melainkan diberi keringanan.

“Jadi ‘pembebasan’ diganti ‘keringanan’ ya. Mudah-mudahan, yang tadi itu sudah ada kepastian, nanti dalam PPnya itu Rp 50 ribu saja,” ujarnya.

UMKM dan Pekerja Bertahan di Tengah Pandemi Berkat PEN Bank Mandiri

UMKM dan Pekerja Bertahan di Tengah Pandemi Berkat PEN Bank Mandiri

UMKM dan Pekerja Bertahan di Tengah Pandemi Berkat PEN Bank Mandiri – Yuyun Juriah kini bisa bernapas lega. Perempuan pemilik usaha makanan siap saji dan sambal kemasan botol, yang berlokasi di daerah Bogor Utara tersebut, tak lagi pusing dalam mengelola keuangan usaha berskala kecil dan menengah miliknya.

Setelah mendapat bantuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), perempuan tangguh ini dapat menggaji karyawan sekaligus memutar uangnya untuk operasional dan produksi usahanya. Bahkan, Yuyun makin gencar melakukan aktivitas pemasaran dan promosi, baik dari berbagai kanal sosial media, maupun melalui platform belanja online.

Jenny Tjahyawati juga mengalami kondisi serupa juga pemilik usaha butik dan konveksi pada bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur. Sejak pandemi Covid-19 menghajar perekonomian negeri, usaha Jenny pun kena imbasnya.

Selain orderan yang masuk turun drastis, perempuan ini harus memutar otak agar tidak melakukan PHK terhadap para karyawan yang sebagian besar adalah perempuan.

Namun, setelah usaha Jenny mendapat bantuan dana PEN, bahkan juga pembinaan usaha dari Bank Mandiri, kemacetan usaha yang ia alami sejak awal tahun, perlahan berputar kembali. “Saya sangat tertolong oleh bantuan Pemerintah melalui kredit ringan yang penyalurannya dari Bank Mandiri. Sehingga, usaha konveksi kami masih bisa berjalan kembali,” ucapnya.

Yuyun dan Jenny adalah sebagian kecil dari ratusan ribu debitur yang mendapat bantuan kredit. Melalui program PEN yang gagasan pemerintah melalui Bank Mandiri.

Melansir dari Sbobet Casino Penyaluran program PEN pada Bank Mandiri, lanjut Hery, melakukan ke berbagai sektor antara lain sektor perdagangan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan sektor lainnya yang terdampak Covid-19, termasuk sektor padat karya agar tidak terjadi PHK.

Tersebar di Hampir Kota Besar di Indonesia

Tentunya, untuk menjangkau seluruh pelaku usaha yang tersebar dari berbagai propinsi pada tengah berlangsungnya pandemi Covid-19 bukanlah hal mudah. Untuk itu, Bank Mandiri mengambil langkah sigap.

Dari antaranya dengan mengembangkan aplikasi Mandiri Pintar (Pinjaman Tanpa Ribet). Sebuah aplikasi untuk mengakses kredit UMKM secara online. Aplikasi ini dapat mempercepat proses pengajuan dan persetujuan terhadap pengajuan kredit.

Dalam mengajukan kredit, nasabah tidak perlu mendatangi kantor cabang. Selain itu, Bank Mandiri bekerja sama dengan pemerintah daerah, secara aktif melakukan sosialisasi program PEN ke penjuru Tanah Air.

Hery menambahkan, dari luar penyaluran dana PEN, pada periode yang sama Bank Mandiri telah menyetujui permohonan restrukturisasi kredit untuk lebih dari 523 ribu debitur guna mendukung pemulihan ekonomi. Portofolio kredit yang sudah merestrukturisasi mencapai lebih dari Rp115 triliun. Dari jumlah debitur tersebut, tercatat 387 ribu lebih merupakan debitur UMKM.

Restrukturisasi debitur terdampak Covid-19 oleh Bank Mandiri juga melakukan dalam koridor ketentuan yang penetapannya regulator. Selain itu, lanjut Hery, Bank Mandiri juga mendukung Pemerintah untuk program bantuan subsidi gaji atau upah pekerja.

UMKM Dapat Keringanan Biaya Untuk Mendirikan Perseroan

UMKM Dapat Keringanan Biaya Untuk Mendirikan Perseroan

UMKM Dapat Keringanan Biaya Untuk Mendirikan Perseroan – Pemerintah bersama Badan Legislasi DPR RI (Baleg) yang tergabung dalam Panitia Kerja (Panja) RUU Cipta Kerja melanjutkan pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Ciptaker Bab IX tentang Kawasan Ekonomi Khusus.

Pembahasan tersebut turut menyinggung perubahan status Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi perseroan. Hal ini menilai akan meningkatkan level UMKM sehingga dapat bersaing lebih baik dan turut meningkatkan kemudahan berusaha dalam Indonesia.

Dalam proses perubahan status tersebut, menyebutkan UMKM akan mendapat keringanan biaya pendaftaran.

Sebelumnya, pada DIM 6334 Pasal 153J ayat (1) RUU Ciptaker tertulis bahwa perseroan untuk UMKM akan bebas dari segala biaya pendirian badan hukum. Hal ini secara spesifik akan beraturan dalam Peraturan Pemerintah (PP).

Melansir dari Sbobet Casino “Cuma, apa benar bebas semua? Atau ada biayanya? Kemarin kan ada PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) biaya daftarnya Rp 50 ribu. Karena kalau normanya begini berarti Bapak tidak bisa pungut sama sekali,” ujar Ketua Baleg Supratman saat memimpin rapat, dikutip dari akun YouTube Suara Parlemen Channel.

Menanggapi hal tersebut, tim pemerintah akhirnya menyampaikan usulan revisi bahwa pendirian perseroan bagi UMKM akan tetap dikenakan biaya Rp 50 ribu sesuai dengan UU PNBP.

“Untuk biaya izin mohon direvisi karena tetap harus ada biaya tapi nanti akan ditetapkan menyesuaikan dengan UU PNBP yang kami usulkan yaitu Rp 50 ribu,” ujar tim pemerintah.

Sebagai kesimpulan, Supratman mengusulkan norma direvisi bahwa pendirian perseroan bagi UMKM tidak dibebaskan biaya sepenuhnya melainkan diberi keringanan.

“Jadi ‘pembebasan’ diganti ‘keringanan’ ya. Mudah-mudahan, yang tadi itu sudah ada kepastian, nanti dalam PPnya itu Rp 50 ribu saja,” ujarnya.

Jurus BUMN Bangkitkan UMKM dari Hantaman Pandemi Corona

Sampai dengan Agustus 2020, Kementerian BUMN mencatat realisasi restrukturisasi oleh bank Himbara telah mencapai lebih dari RP 1 triliun. Di mana sebagian besar didominasi oleh UMKM.

“Bank-bank Himbara, mereka menjadi terdepan dalam penanganan UMKM khususnya untuk restrukturisasi kredit dan kita tahu itu. Sampai Agustus itu sudah tembus sampai Rp 1 triliun restrukturisasi terhadap kredit. Dan itu UMKM nya cukup besar,” beber Staf Khusus Menteri BUMN Rya Sinulingga dalam webinar BUMN Energi di tengah pandemi.

Menurut Arya, ujung tombak dari upaya pemerintah menyelamatkan UMKM adalah dengan memberikan jaminan dari sisi pembiayaan. Berupa keringanan bunga atau kelonggaran tenggat waktu pembayaran kredit.

“Di samping itu tadi Pak Erick (Menteri BUMN) menyiapkan program PaDi UMKM. Jadi setelah urusan kreditnya kita legakan maka berikutnya bagaimana produk mereka dibeli,” lanjut dia.

Sandiaga Minta UMKM Menyesuaikan Diri di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Minta UMKM Menyesuaikan Diri di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Minta UMKM Menyesuaikan Diri di Masa Pandemi Covid-19 – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno meminta para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19 agar usaha mereka tetap bisa berjalan. Salah satunya dengan melakukan digitalisasi atau memanfaatkan digital.

“Virus Covid-19 ini memaksa kita memulai satu kebiasaan-kebiasaan baru, yang semakin bergantung pada digitalisasi,” kata Sandiaga dalam sebuah webinar yang diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menejelaskan, pandemi meruapakan ibu dari semua terjangan yang dihadapi manusia saat ini. Dulu, kata Sandi, konon terjangan terbesar juga pernah terjadi di dunia waktu zamannya dinosaurus. Saat itu, Asteroid menghantam bumi sehingga akhirnya terjadi perubahan yang luar biasa dahsyatnya.

Melansir dari Sbobet Casino “Yang bisa survive adalah mahluk-mahluk yang mampu untuk beradaptasi. Dinosaurus yang waktu itu mahluk terkuat di dunia, terpaksa gak ada yang ngalahin, T- Rex, Brontosaurus, dan sebagainya punah karena mereka tudak bisa berubah,” ungkap Sandiaga.

Oleh karena itu, menurut mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini UMKM. Yang mampu menyesuasikan diri dengan kebiasaan di tengah pandemi inilah yang akan bertahan.

Lihat Peluang

“Menariknya buat UMKM hack-nya ini ada dua. Pertama dari segi kesehatan. Kedua dari segi ekonomi, dimana kita perlu untuk memperluas jangkauan pasar kita. Lebih menggunakan produk-produk lokal kita, serta kita mengedepankan ekspor dan menekan impor. Pertumbuhan UMKM ini bukan melulu hanya tentang konsumen atau pasar tetapi juga pertumbuhan lapangan kerja,” jelas Sandi.

Dalam kesempatan ini, pendiri OKE OCE ini berpesan kepada anggota PPI yang tengah menempuh studi di luar negeri untuk mulai menjadi pelaku usaha di negara tempat mereka berada saat ini dengan melihat peluang apa yang memungkinkan ada pasarnya.

“Untuk rekan-rekan PPI kenali pasar di mana kalian berada sebagai diaspora, kenali konsumen, harus jadi konsumen focus. Harus kenal juga dengan budaya. Pelajari kebudayaan dimanapun negara kita lagi merantau sekarang, usaha apa saja yang akan bisa menyelesaikan permasalahan di tengah pandemi bangun ekosistem bangun jaringan dan mulailah secepatnya,” imbau Sandi.

KUR UMKM Bisa jadi Peluang Bisnis bagi Perusahaan Asuransi

KUR UMKM Bisa jadi Peluang Bisnis bagi Perusahaan Asuransi

KUR UMKM Bisa jadi Peluang Bisnis bagi Perusahaan Asuransi – Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengajak perusahaan asuransi untuk cermat menangkap peluang bisnis di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Pernyataan tersebut diberikannya lantaran pemerintah saat ini tengah kencang menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada para pengusaha kecil, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM di sektor terkecil.

“Jadi kalian harus bisa mengantisipasi bahwa dampaknya luar biasa. Maka itu coba lihat sektor-sektornya, coba lihat kebijakan-kebijakan pemerintah yang lakukan. Untuk bisa menangkap peluang daripada bisnis perasuransian ini,” imbuhnya dalam sesi webinar.

Menurut Iskandar, pemerintah sudah banyak melakukan restrukturisasi atau relaksasi kebijakan kredit agar bisa memberikan nafas bagi UMKM pada masa pandemi ini.

Seperti, bantuan presiden (banpres) produktif dengan modal dasar Rp 2,4 juta hingga KUR super mikro. Iskandar mengatakan, bantuan tersebut jadi modal dasar untuk pelaku UMKM kembali berusaha ketika ekonomi sudah restart.

Melansir dari laman Sbobet Casino “Tentunya ketika demand naik, pemerintah mengangkat yang namanya subsidi loan berupa loan super mikro. Makin besar lagi KUR mikro, Rp 10-50 juta. Lebih besar lagi KUR kecil, di atas Rp 50-500 juta,” tutur dia.

Oleh karenanya, ia menilai, perusahaan asuransi baik swasta maupun BUMN. Semestinya bisa menangkap banyak sekali peluang-peluang bisnis dalam pengembangan untuk jaminan kepada UMKM tersebut.

“Maka dari itu namanya penjamin masa depannya cerah. Tapi harus mewaspadai risiko ke depan dari kemungkinan kalau misalkan recovery-nya tidak secepat kita duga. Itu bisa mengakibatkan terjadinya kredit macet,” ujar Iskandar.

Realisasi Subsidi KUR UMKM per 31 Agustus 2020 Capai Rp 9,8 Triliun

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat total realisasi subsidi KUR untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sampai 31 Agustus 2020 sebesar Rp 9,8 triliun atau sekitar 51,8 persen dari pagu anggaran yaitu Rp 18,9 triliun.

“Dengan rincian subsidi imbal jasa penjaminan (IJP) sebesar Rp 156 triliun maka dari pagi Rp 178 miliar cukup besar subsidi IJP nya,” kata Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman, dalam penandatanganan MoU Pembiayaan Kemenkop dan UKM dengan BNI Syariah, Jakarta.

Lanjutnya, untuk subsidi bunga KUR reguler itu sekitar Rp 8,3 triliun dari pagu Rp 13,77 triliun. Sehingga progresnya sudah cukup besar untuk subsidi IJP dan KUR.

Sementara, untuk tambahan subsidi bunga KUR khusus kondisi covid-19 telah menambahkan subsidi bunga sudah tercapai sekitar Rp 1,3 triliun dari pagu Rp 4,9 triliun.

“Maka itu adalah progress mengenai pemberian subsidi KUR y kepada usaha usaha mikro dan kecil,” katanya.

Kata Hanung, saat ini sudah terdapat 42 penyalur KUR salah satunya BNI Syariah. Dari 42 penyalur tersebut terdiri dari 38 bank, 1 lembaga keuangan bukan bank (LKBB) dan 3 koperasi. Sedangkan untuk penyalur kur Syariah baru ada dua.

Menteri Teten UMKM Harus Kuasai Ketrampilan Bisnis Digital

Menteri Teten UMKM Harus Kuasai Ketrampilan Bisnis Digital

Menteri Teten UMKM Harus Kuasai Ketrampilan Bisnis Digital – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, di tengah tantangan ekonomi saat ini, menjadi wirausaha menjadi pilihan paling rasional. Untuk itu, perlu menyiapkan UMKM atau wirausaha yang melek digital karena pandemi Covid-19 memaksa para pelaku usaha beradaptasi pada era digitalisasi.

Menuntut pelaku UMKM atau wirausaha  menguasai ketrampilan bisnis dalam dunia digital. Saat setiap tahun jumlah potensi pengangguran perguruan tinggi mencapai 1,7 juta orang, baik yang berasal dari lulusan baru maupun eksisting.

Melansir dari laman Sbobet Casino Teten menilai BRIncubator sangat bagus dalam memberikan ruang bagi UMKM serta memberikan pendampingan. Untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas hingga UMKM bisa melakukan ekspor. UMKM menjadi Go-Modern, Go-Digital, Go-Online dan Go-Global.

Ia mengatakan KemenkopUKM juga menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk membantu pelaku UMKM memasuki era digital dan memperkuat kualitas produknya yang ia lakukan. Antara lain dengan EDUKUKM.ID yaitu Program e-learning atau pelatihan daring secara gratis (dapat akses pada www.edukukm.id) Seri Podcast 60 detik untuk memandu UMKM shifting ke model bisnis digital (dapat akses pada kanal media sosial @kemenkopukm).

Program lainnya adalah Seri Webinar SPARC Campus (dapat akses pada SMESCO) Seri video bertema New Normal/Adaptasi Kebiasaan Baru akses ke kanal media sosial @kemenkopukm. Seri pelatihan daring terintegrasi program SPARC Campus (dapat akses pada SMESCO) serta Kakak Asuh UMKM.

Menko Luhut Yakin 3 Juta UMKM Go Digital Akhir 2020

Sebeumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yakin jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang go digital bisa mencapai 3 juta pada akhir 2020. Alasannya, per 16 September sudah ada 1,9 juta UMKM yang masuk ke ekosistem digital.

Luhut mengatakan, tingginya minat pelaku UMKM untuk beralih ke ekosistem digital akibat berbagai manfaat untuk pengembangan bisnis. Antara lain kemudahan proses pemasaran dan kemampuan jangkauan pasar yang lebih luas.

“Hal itu terbukti oleh survei BPS, saat 16 persen UMKM cenderung melakukan diversifikasi usaha selama pandemi Covid-19. Kemudian, 83 persen sisanya UMKM mengakui adanya pengaruh positif dalam penggunaan media online untuk kegiatan pemasaran,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Luhut optimis total ada 3 juta UMKM yang akan go digital hingga akhir tahun ini. Sehingga dapat memperoleh yang mencapai 150 persen dari target awal yang sesuai penetapannya.

“Kita bisa mencapai 3 juta pada akhir tahun ini. Artinya kita capai target 150 persen dari target awal yang kita canangkan,” tegasnya.