Download Joker123 idnlive agen joker123 Agen Togel IDN Live situs slot online bocoran hk
https://slotpgsoft.com/ https://pragmaticslot24.net/ https://capitduit.live/ https://untung88.wildapricot.org/ http://142.11.212.36/ https://itg-rks.com/ https://judislot24.net/ https://agencasino88.biz/ https://evocasino.me/ https://77tangkas.com/ https://sbobet-online.xyz https://maxbetx.com/ https://playpoker.asia/ http://162.251.85.233/

Pemprov DKI Permudah Izin Usaha hingga Akad Kredit Bantu UMKM Terdampak Pandemi

Pemprov DKI Permudah Izin Usaha hingga Akad Kredit Bantu UMKM Terdampak Pandemi

Pemprov DKI Permudah Izin Usaha hingga Akad Kredit Bantu UMKM Terdampak Pandemi – Untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terkena dampak dari pandemi Covid-19, Pemprov DKI Jakarta menghadirkam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) bidang UMKM.

Wujudnya, Pemprov DKI merelaksasi penerbitan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), akad kredit usaha. Dan penyerahan akte pendirian koperasi pada 21 kampung prioritas yang tersebar di 10 Kecamatan di Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Ahmad Riza Patria meresmikan program tersebut secara daring di Balai Kota Jakarta, pada Jumat (11/9/2020),

Melansir dari laman Daftar Live22  “Saya sampaikan selamat kepada teman-teman yang mendapatkan izin usaha mikro. Mendapatkan akta kredit dan izin pendirian koperasi yang hari ini secara resmi serahnya,” ucap Anies.

Menurut Anies, pemulihan sektor usaha mikro menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta. Sehingga Pemprov DKI Jakarta memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk berkembang.

“Bapak Ibu yang menerima surat izin, akta kredit dan pendirian koperasi, pada dasarnya kami ingin negara hadir untuk semua, karenanya kita proaktif jemput bola. Supaya teman-teman dapat akses keuangan agar usahanya berkembang,” kata Anies.

Jaga Kepercayaan

Selain itu, Anies juga berharap agar mereka yang sudah mendapatkan izin usaha.  Dapat memanfaatkan kemudahan tersebut sebaik-baiknya untuk lebih menbangkan usahanya dari mikro menjadi menengah hingga nantinya berskala besar. Tak lupa untuk menjaga kepercayaan kreditur dengan menaati segala ketentuan.

“Kita berharap izin ini memanfaatkan sebaiknya, jaga kepercayaan pelanggan dan lembaga keuangan. Karena kegiatan usaha adalah kegiatan kepercayaan, karena itu jaga dengan baik. Pastikan setiap kegiatan usaha menjalankan dengan komitmen sehingga usaha mikro berkembang,” terangnya.

“Ini adalah keinginan kita semua, supaya Bapak/Ibu yang dapat akses dapat membesarkan usahanya. Kita ingin Jakarta berkeadilan, kita ingin semua punya kesempatan maju berkembang. Karena tugas kita adalah membesarkan yang kecil dan memberikan kesempatan yang setara,” pungkasnya.

Cara Bangkitkan UMKM saat Pandemi lewat Program KKN

Cara Bangkitkan UMKM saat Pandemi lewat Program KKN

Cara Bangkitkan UMKM saat Pandemi lewat Program KKN – Usaha mikro dan kecil menengah (UMKM), salah satu sektor usaha terkena dampak pandemi COVID-19. Melihat kondisi tersebut, pengamat ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Wisnu Wibowo mengusulkan untuk mendorong mahasiswa membantu UMKM Go Digital lewat program kuliah kerja nyata (KKN).

Wisnu menuturkan, saat ini kunci mengembangkan UMKM yaitu inovasi dan transformasi digital. Ia menuturkan, inovasi tersebut bisa dalam bentuk produk dan membaca peluang bisnis dari yang tidak ada menjadi ada. Selain itu, UMKM nilainya memiliki fleksibel untuk mengambil peluang lainnya sehingga bertransformasi dengan mengikuti situasi dan perkembangan pada masyarakat.

Wisnu menuturkan, fleksibilitas itu dapat ia lakukan UMKM lantaran modal tidak terlalu besar. Meski demikian, UMKM menilai butuh pendampingan dalam berinovasi dan bertransformasi digital.

“Ada proses pendampingan itu yang harus dilakukan,”ujar Wisnu saat dihubungi.

Wisnu menuturkan, proses pendampingan UMKM Go Digital perlu dilakukan mengingat tantangan dihadapi antara lain tingkat kesiapan UMKM menerapkan teknologi seperti memakai internet, memanfaatkan media sosial, dan lainnya. Selain itu, infrastruktur teknologi juga masih lemah terutama sinyal yang belum stabil.

“Sekitar 23,8 persen UMKM sudah memahami bisnis secara daring. Kemudian tantangan lainnya kesiapan SDM, karena UMKM yang mendominasi kualitas SDM belum mumpuni, maka kesiapan untuk gunakan internet masih rendah,” ia menambahkan.

Oleh karena itu, Wisnu mengusulkan perguruan tinggi membantu UMKM Go Digital, salah satunya lewat program kuliah kerja nyata (KKN). Seiring pandemi COVID-19 yang terjadi, menurut Wisnu, program KKN bisa dengan menerapkan protokol kesehatan.

Perlu Jaga Kesiapan Menjaga Pasar

Selain pendampingan untuk UMKM Go Digital, Wisnu mengatakan, perlu juga untuk menjaga kesiapan pasar bagi UMKM. Hal ini juga jadi faktor untuk mendorong UMKM mau Go Digital. Selama ini menurut Wisnu, ada sejumlah UMKM enggan Go Digital karena kekhawatiran tidak ada pasar dan tidak mengetahui teknologi.

“Pemerintah dan swasta perlu menjaga kesiapan pasar, misalkan dengan membeli produk UMKM. Ini perlu pendampingan,” tuturnya.

Wisnu mengatakan, https://testyfesty.com/ UMKM merupakan pahlawan ekonomi Indonesia. Saat ini, UMKM terkena dampak pandemi sehingga butuh bantuan untuk membantu memulihkan ekonomi Indonesia.

“UMKM yang juga pahlawan ekonomi sedang sakit dan terdampak akibat pandemi. UMKM tidak boleh mati, karena kalau pahlawan ekonomi mati susah pemulihan ekonomi ke depannya,” ujarnya.

Selebgram Lindawaty Berikan Kursus Online Sampai Cetak Ribuan UMKM

Selebgram Lindawaty Berikan Kursus Online Sampai Cetak Ribuan UMKM

Selebgram Lindawaty Berikan Kursus Online Sampai Cetak Ribuan UMKM – Selebgram yang juga seorang chef, Lindawaty kian semangat menebar ilmu memasaknya. Pada masa pandemi Covid-19 ini,   ia membuka kursus online bagaimana cara membuat kue atau makanan. Makanan Linda banyak yang ,menyukai dari kalangan selebritis seperti Lesti Kejora, Poppy Bunga, Salmafina Sunan, Vanessa Angel dan banyak yang lainnya.

Melansir dari Daftar Live22 Ternyata cara yang Lindawaty tempuh itu menarik perhatian banyak wanita yang ingin belajar darinya. Kini, dari akun Instagramnya yang memiliki pengikut hingga lebih dari 400ribuan, Lindawaty juga tak pelit membagikan resep. Tapi, peminat kursus onlinenya justru kian banyak.

“Sepertinya karena mereka ingin tahu teknik dan tips tricknya lebih dalam, makanya banyak yang ikut kursus. Apalagi trend makanan dan minuman kekinian cepat berganti,” ujar Lindawaty saat ditemui pada Dapur Lindawaty Cakery, Margonda, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini.

Wirausaha

Dahulu, Lindawaty membagikan makanan serta resep yang pembuatannya dari akun Instagram Dapur Lindawaty. Aktivitas yang awalnya hanya sekadar membunuh kebosanan ini setelah itu malah mendapat sambutan dari netizen. Dari awal tahun 2016, follower Instagramnya hanya sekitar 5000an, namun hanya beberapa bulan berikutnya, melonjak hingga 50ribuan, yang membuatnya kemudian membuat buku resep. Hingga kini, sudah empat buah buku resep karyanya yang laris manis.

“Tujuannya memang membentuk wirausaha, apalagi pada masa pandemi seperti ini, ketertarikan akan kursus online sangat meningkat, hingga empat kali lipat,” ujarnya.

Proses

Setiap menu yang ia sajikan pada kursus online, tentu sudah melewati proses development dari timnya.

Tak hanya memberikan pengajaran lewat kursus online, Dapur Lindawaty juga melayani pembelian alat-alat baking karena banyaknya permintaan peserta kursus.

Seiring banyaknya peserta yang mengikuti kursusnya, lalu banyak permintaan agar makanan yang menjadi materi kursus, bisa mencicipi langsung. Karena itu, sejak awal 2020, Lindawaty membuka Dapur Lindawaty Cakery yang terletak pada Jalan Margonda Raya no 494E, sebagai toko kuenya.

Online

Aneka kue, roti, pudding hingga kopi yang ia sajikan dengan nikmat dan tentu saja fresh dari dapurnya. Meski hanya mengadakan beberapa bangku, toko yang instagrammable ini tak pernah sepi pengunjung.

“Sekitar 80% pembeli memang membeli lewat online, biasanya dengan ojek online atau juga bisa order ke nomor WA kami. Sisanya dating ke toko, memilih makanan yang akan kalian beli, lalu pulang,” jelasnya.

Kelebihan

Kelebihan lain dari Dapur Lindawaty Cakery adalah, makanan yang kalian pesan bisa antar mulai jam 7 pagi. Inovasi ini rupanya untuk menjawab kebutuhan orang tua untuk anak-anaknya yang memulai sekolah online pada pagi hari.

Perkembangan usaha kuliner yang ia tekuni, tentu bukan dibangun dalam waktu semalam dan dengan jalan mudah. Proses jatuh bangun juga trial and error telah dilewatinya. Namun, perempuan berkacamata ini tetap rendah hati dan selalu berinovasi mengembangkan usaha yang dibangunnya dari garasi rumah ini.

Sri Mulyani Tugaskan LPEI Bantu UMKM Berorientasi Ekspor

Sri Mulyani Tugaskan LPEI Bantu UMKM Berorientasi Ekspor

Sri Mulyani Tugaskan LPEI Bantu UMKM Berorientasi Ekspor – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dapat penugasan khusus dari pemerintah untuk membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini ditandai dengan terbitnya Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 372 dan KMK 08/2020 tentang Penugasan Khusus Kepada LPEI Dalam Usaha Mendukung Sektor Usaha Kecil Menengah Berorientasi Ekspor.

“Hari ini kita memberikan program lain yaitu melalui LPEI kita melakukan penugasan khusus untuk meningkatkan ekspor untuk UMKM tersebut. Secara konkrit pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan kita bekerjasama dengan Kementerian lain, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kemenparekraf, Kementerian Koperasi dan UMKM,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan, Lucky Alfirman dalam acara webinar, di Jakarta.

Melansir dari https://superbandar.live/ menjelaskan, tujuan diterbitkannya KMK ini adalah untuk membantu UMKM yang berorientasi ekspor mendapatkan modal kerja ataupun investasi agar mampu meningkatkan daya saing dalam kancah nasional maupun internasional.

Program yang akan dilaksanakan LPEI

ini menyisir UMKM yang memiliki usaha produktif berorientasi ekspor baik langsung maupun tidak langsung. UMKM yang telah menjalankan perusahaan minimal 2 tahun, dimiliki oleh Warga Negara Indonesia. Memiliki kolektibilitas lancar tidak sedang dalam proses klaim atau utang, pelaksanaan kegiatan usaha di dalam negeri. Serta memiliki fasilitas jaringan produksi dengan produk standar ekspor.

“Dari sisi platformnya nanti akan ada dua untuk usaha kecil sebesar 500 juta sampai dengan 2 miliar usaha menengah 2 miliar sampai dengan 15 miliar. Dana kredit maksimal 5 tahun sedangkan kredit investasi diberikan minimal 3 tahun itu syarat umumnya,” jelas dia.

Pemerintah berharap LPEI sebagai pelaksana harus selalu kreatif dan inovatif untuk membantu ekspor UMKM. Tak hanya itu LPEI juga diharap dapat melaksanakan program untuk UMKM ini dengan baik untuk bisa mengcover mencakup seluruh UMKM terdampak. Serta melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder yang aktif dan memberikan Pembinaan dan pelatihan untuk UMKM yang memiliki potensi ekspor.

“Pemerintah sangat berharap UMKM yang berorientasi ekspor dapat memanfaatkan fasilitas ini sehingga dapat meningkatkan potensi ekspor yang dimilikinya. Jadi bukan semata-mata UMKM tersebut. Tapi dampak multiplayer efeknya terhadap perekonomian itu khususnya di tengah kondisi pandemi covid-19.  Ini itu akan sangat bagus penciptaan lapangan kerja penciptaan dampaknya positif bagi perekonomian,” tandas di

Menkop Teten Minta Pelatihan UMKM Digencarkan

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan dari berbagai kajian menunjukkan. UMKM maupun perekonomian nasional harus mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi COVID-19 dalam waktu yang cukup lama.

Oleh karena itu, Teten berharap hasil pelatihan-pelatihan yang dilakukan selama pandemi COVID-19 bisa diarahkan bagaimana Koperasi dan UMKM. Melakukan adaptasi bisnis, adaptasi usaha, digitalisasi UMKM menjadi prioritas, serta inovasi produk sekarang juga menjadi penting.

Sebagai contoh, ia menyebut pengrajin batik di Jawa Tengah, yang di awal mengalami penurunan penjualan yang luar biasa. Tapi kemudian mereka survive karena banting setir dengan berjualan produk pakaian rumah, seperti daster, celana pendek, dll, sehingga penjualan meningkat.

Serta banyak restoran dan kafe yang tutup, yang tidak boleh berjualan, lalu mereka banting setir membuat produk makanan kemasan, seperti frozen food, dan makanan siap saji dalam bentuk siap dimasak di rumah.

Kata Teten, saat ini di sektor makanan dan minuman sedang digandrungi. Selain itu, industri perumahan terutama di makanan minuman ini sedang bertumbuh.

Pemerintah Tak Akan Tinggal Diam demi UMKM Bangkit di Tengah Pandemi

Pemerintah Tak Akan Tinggal Diam demi UMKM Bangkit di Tengah Pandemi

Pemerintah Tak Akan Tinggal Diam demi UMKM Bangkit di Tengah Pandemi – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengharapkan UMKM dan Koperasi mampu bertahan dan memanfaatkan situasi pasar yang sedang berubah di tengah suasana pandemi COVID-19.

Menurutnya pandemi perkiraannya berlangsung dalam waktu yang cukup lama, dan hanya UMKM yang adaptif dan inovatif yang akan mampu survive.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Serangkaian kebijakan untuk membantu UMKM dan Koperasi sedang dan akan terus lanjutnya,” kata Teten Masduki, dalam sambutannya melalui virtual pada pembukaan pelatihan bertema “KUKM Eksis dan Mampu Beradaptasi dalam Pandemi COVID-19 dan Era New Normal”,  Lombok Tengah, Senin (7/9/2020).

Ia mengatakan pemberian bantuan dari pemerintah kepada UMKM menyesuaikan dengan kondisi yang hadapi UMKM. Bagi UMKM yang memang terdampak sangat ekstrem, maka menerima bansos.

Sementara, melansir dari http://dewitogel.live/ UMKM yang mengalami kesulitan pembiayaan sementara kegiatan usahanya masih berjalan. Pemberian restrukturisasi pinjaman subsidi bunga 6 bulan dan keringanan pajak, serta pinjaman dengan bunga 3 persen.

Sedangkan, UMKM yang belum tersentuh perbankan (unbankable), pemberian Banpres produktif sebesar Rp2,4 juta. Pemberian bantuan ini kepada 12 juta pelaku usaha mikro. Sampai pada akhir September 2020 yang targetnya sudah 100 persen.

“Jika kemudian dapat perekonomian nasional pada Kuartal I 2021 masih landai, maka kedua bantuan itu (restrukturisasi dan banpres produktif usaha mikro) kemungkinan besar akan meneruskannya,” ujarnya.

Pemasaran Produk

3 Cara Agar UKM Tetap Bisa Bertahan Saat Pandemi COVID-19 - Tirto.ID

Lanjutnya ia menjelaskan dari sisi permintaan, pemerintah juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi UMKM untuk memasarkan produknya.

Dalam APBN 2020 ada alokasi Rp 307 triliun belanja K/L (Kementerian/Lembaga) yang bisa bermanfaat untul UMKM walaupun dalam pelaksanaanya masih pada sekitar 8 persen.

“Karena itu Kemenkop UKM juga bekerja sama dengan LKPP untuk mempercepat penyerapan itu, melakukan kerja sama juga  dengan Kementerian BUMN, semata untuk pengadaan barang dan jasa, termasuk infrastruktur yang nilainya dari bawah Rp19 miliar, mengalokasikan untuk UMKM. Kebijakan itu saat ini baru ikuti 9 BUMN dan rencananya berlaku pada seluruh BUMN pada 2021,” jelasnya.

Pemerintah juga menyediakan sarana transformasi bagi UMKM untuk bisa masuk dalam pasar digital, dengan mendorong UMKM masuk ke marketplace. Sehingga belanja melalui marketplace akan jadi tren.

“Penting kita mempercepat transformasi digital UMKM terhubung dengan marketplace digital. Kita memberikan akses seluas-luasnya kepada UMKM tidak lagi jualan sekitar tetangga, sekitar pasar. Akan tetapi juga terhubung dengan pasar yang lebih luas. Ini harus segera kita kerjakan bersama-sama,” pungkasnya.

UMKM Berperan Atasi Krisis Pangan Selama Pandemi Covid-19

UMKM Berperan Atasi Krisis Pangan Selama Pandemi Covid-19

UMKM Berperan Atasi Krisis Pangan Selama Pandemi Covid-19 – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, ancaman resesi akibat Pandemi Covid-19 memang sudah ada depan mata. Namun, hal ini harus segera menyiapkan solusinya.

“Kita mengalami indeks ketidakpastian yang sangat tinggi, ini saja kita sudah masuk dalam fase resesi. Jangan denial, terima saja dan siapkan langkahnya,” kata Sandiaga dalam keterangan persnya, Minggu (9/6/2020).

Pendiri OK OCE Indonesia ini menyebut, salah satu dampak pandemi Covid-19 adalah krisis pangan. Semua pihak harus mengantisipasinya, termasuk UMKM.

Ia juga menjelaskan, Indonesia sudah seharusnya mengambil ancang-ancang, mengingat adanya prediksi akhir tahun atau awal tahun depan akan terjadi krisis pangan.

“Yang bisa terjadi adalah krisis pangan, UMKM harus mengantisipasi 2 hal. Pasokannya, harga-harga,” ungkap Sandiaga.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini memandang, ada beberapa hal yang dapat perkuat dalam menghadapi pandemi ini, seperti sektor kesehatan dan pangan. Upaya dapat lakukan pada sektor pangan bisa dengan menerapkan pelatihan berhubungan ketahanan pangan kepada pelaku UMKM.

“Kemudian sektor kesehatan, bagaimana memastikan perilaku bermasyarakat paling tidak sampai vaksin itu sukses, lakukan dan terapkan menjaga jarak, tidak dalam kerumunan, rajin cuci tangan dan pakai masker,” Sandiaga menandasi.

Turunkan Zona Merah

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto menyatakan, saat ini pemerintah akan fokus pada beberapa provinsi dengan terget menurunkan indikator merah jadi kuning sebelum pelaksanaan Pilkada Desember mendatang.

“Penanganan Covid-19 akan fokus pada beberapa provinsi dengan target menurunkan indikator dari merah menjadi kuning/hijau sebelum Pilkada,” kata Airlangga mengkutip dalam halaman setkab.go.id, Minggu (6/9/2020).

Sementara itu, strategi penanganan Covid-19 pun terus jadi perhatian. Yaitu melalui gerakan 3 M memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Serta 3T test, trace, dan treat,” ungkap Airlangga.

Airlangga menambahkan, strategi untuk menurunkan tingkat kematian melalui peningkatan fasilitas dan kapasitas Layanan Kesehatan. Mulai dari puskesmas, rumah sakit serta dukungan dari tenaga medis.

“Kampanye masif Gerakan 3 M terus akan melanjutkan. Kampanye Memakai Masker yang tawalnya sampai tanggal 6 September ini, tetap akan terus dan akan lebih masif lagi. Sedangkan kampanye menjaga jarak melaksanakan 7 September sampai 6 Oktober. Lalu kampanye mencuci tangan akan melaksanakan mulai 7 Oktober hingga November 2020,” ungkap Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menambahkan, perkembangan situasi Covid-19 yakni secara global jumlah kasus sebanyak 26.121.999 kasus, dengan Recovery Rate 70,4%, dan umlah kematian 864,618 atau CFR 3,3% di 215 Negara Terjangkit. Tetapi di Indonesia, Airlangga mengklaim bahwa jumlah jumlah sembuh di Indonesia lebih tinggi daripada global.

“Recovery Rate Indonesia lebih tinggi daripada global,” ungkap Airlangga.

Skema Bantuan Pemerintah pada 4 Kategori UMKM

Skema Bantuan Pemerintah pada 4 Kategori UMKM

Skema Bantuan Pemerintah pada 4 Kategori UMKM – Direktur Bisnis Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI), Supari, menyebut ada 4 profil kerentanan pelaku usaha UMKM di masa pandemi Covid-19 ini. Empat profil kerentanan ini menjadi basis pemerintah atau mitra kerja pemerintah dalam memberikan bantuan agar tepat sasaran.

“Jika kita petakan sebenarnya profil UMKM pada masa pandemi ini ada empat,” kata Supari dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 Jakarta, Jumat (4/9).

Pertama, profil UMKM paling rentan karena tidak memiliki tabungan dan tidak punya pinjaman pada lembaga keuangan formal. Selain itu, UMKM ini tidak terjangkau pula dengan lembaga keuangan formal.

Supari mengatakan dengan profil seperti ini mereka harus mendapatkan bantuan dari pihak ketiga. Bantuan sosial ini bisa kita dapatkan dari pemerintah baik itu lewat Kementerian Sosial atau Kementerian Desa dan PDT.

“Yang paling rentan itu harus segera mendapatkan bantuan sosial, baik itu dari Kementerian Sosial atau Kementerian Desa lewat dana desa,” kata Supari.

Kedua, pelaku usaha UMKM yang tidak punya tabungan tetapi punya pinjaman. Profil UMKM seperti ini sudah menggunakan modal kerjanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Supari menyebut, pada saat aktivitas ekonomi mulai berjalan mereka memerlukan tambahan modal kerja. Sehingga pada pelaku usaha kategori ini bantuan yang cocok  pemerintah berikan yakni restrukturisasi kredit, subsidi bunga kredit lunak tambahan kerja bersubsidi dengan pola penjaminan.

“Ini jadi sasaran program bantuan presiden produktif,” kata Supari.

Namun, dalam kategori ini bantuan sosial yang  pemerintah berikan tidak langsung dberguna untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Mereka menyimpan sebagian bantuan pemerintah untuk mendapat modal kerja.

Supari menyebut, dua jenis profil UMKM ini seharusnya sudah tersentuh bantuan dari pemerintah. Tetapi jika masih ada yang belum tersentuh pemerintah ia mengira terjadi karena proses sosialisasi pada bagian bawah.

BRI Jamin Penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro Tak Dikenai Biaya

Dalam program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bank BRI memainkan dua peran sekaligus. Yakni sebagai pengusul peserta program dan sebagai penyalur dana program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Stimulus ini  pemerintah berikan dalam bentuk tambahan modal usaha bagi pelaku usaha mikro yang belum pernah mengajukan kredit usaha pada bank atau lembaga pembiayaan.

Sebagai pengusul, Bank BRI bertugas mencari calon penerima yang sudah terdaftar sebagai nasabah bank. Nasabah Simpedes dengan maksimal saldo Rp 2 juta menjadi sasaran BRI untuk mendaftarkan sebagai penerima bantuan modal ke Kementerian Koperasi dan UKM. Setidaknya, ada 4,3 juta nasabah bank plat merah ini yang sesuai dengan kriteria penerima program BPUM.

“BRI punya 4,3 juta yang sekarang ini oleh petugas bank sedang validasi datanya dalam lapangan, apakah betul usaha mikro atau super mikro,” kata Direktur Bisnis Mikro Bank BRI, Supari dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9  Jakarta, Jumat (4/9).

Selain mengumpulkan data dari internal, BRI juga menghimpun data dari dinas atau instansi terkait. Salah satunya lewat dinas koperasi baik pada tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Lalu ada juga melalui pedagang pasar yang belum memiliki rekening Bank BRI dan anggota luster yang belum terhubung dengan bank baik untuk simpanan atau pinjaman. Semua calon penerima harus memenuhi kriteria Permenkop dengan tanggung jawab dan validitas identitas dan usaha.

Sementara itu, sebagai penyalur, BRI berperan untuk menyalurkan dana BPUM dari pemerintah kepada penerima bantuan yang telah pengusulannya. Pemberian bantuan langsung  kepada penerima melalui transfer dana ke masing-masing rekening.

Ribuan Produk UMKM Siap Ramaikan Pertamina SMEXPO 2020

Ribuan Produk UMKM Siap Ramaikan Pertamina SMEXPO 2020

Produk UMKM Siap Ramaikan Pertamina SMEXPO 2020 – Ajang Pertamina SMEXPO 2020 tinggal menghitung hari. Acara pameran virtual expo UMKM terbesar di Indonesia ini akan dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 11 September 2020. Ada ribuan produk dari 100 UMKM binaan Pertamina dari berbagai wilayah Indonesia akan hadir meramaikan acara tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, virtual expo ini persiapan oleh Pertamina sebagai ajang bangkitnya industri UMKM akibat dampak pandemi Covid-19. Tak hanya itu, acara ini juga sekaligus sebagai ajang pembuktian kualitas produk UMKM dalam negeri yang sudah diakui banyak pihak.

“Produk-produk UMKM binaan Pertamina mempunyai kualitas yang laku oleh pasar internasional. Maka, kita harus maksimalkan potensi itu,” tegasnya

Untuk menarik minat masyarakat, imbuh Fajriyah, pengunjung Pertamina SMEXPO dapat menjelajahi empat kategori besar produk UMKM pada Pertamina SMEXPO 2020. Keempatnya adalah Food & Beverage, Craft/Furniture, Agrobisnis, dan Fashion. Dengan adanya kategori ini, dapat memudahkan masyarakat untuk mencari jenis barang yang inginkan.

Setiap peserta dan kategori mempunyai keunggulan masing-masing. Fajriyah mencontohkan, untuk kuliner ada Rendang Erika dari Payakumbuh, Sumatera Barat yang sudah terkenal enak dan menguasai pasar rendang kering ari daerahnya atau Hitara Black Garlic yang sudah ekspor ke sejumlah negara. Untuk kategori craft salah satunya ada Neon Kreasi milik Darmawati Halik, kerajinan ini menciptakan dari neon bekas yang menyulap menjadi hiasan kaca yang cantik.

Ajang UMKM Melek Digital

Kategori Agrobisnis terdapat Mejuah-Juah, yaitu minyak rempah yang kepercayaannya mujarab dan baik untuk menjaga kesehatan. Sedangkan kategori fashion ada Tenun Ikat Bima milik Riyan Hidayat yang cukup dapat perhatian saat ikuti China-ASEAN Expo 2019 (Caexpo 2019) yang berlangsung pada Nanning, China. Juga ada Azizah Songket milik Evan Setiawan dengan keunggulan pewarna alam yang memakai, mulai dari akar, kulit, biji, dan kayu. Sehingga menghasilkan warna yang lembut dan tentunya ramah lingkungan.

Selain kebutuhan sehari-hari, masing-masing tenant peserta Pertamina SMEXPO 2020 juga menyuguhkan produk asli wilayahnya. Sehingga, masyarakat dapat mendapatkan barang khas dari berbagai wilayah Indonesia, hanya dengan mengakses laman Pertamina SMEXPO 2020 pada www.pertaminasmexpo.com.

Tak hanya mempermudah masyarakat dalam berbelanja, menurut Fajriyah, Pertamina SMEXPO 2020 dapat menjadikan UMKM MB Pertamina agar “melek digital” dengan masing-masing produk unggulannya tersebut.

”Jika sudah menguasai dunia digital, maka akan mudah memasarkan produknya ke penjuru daerah Indonesia bahkan dunia,” terangnya.

Gelaran Pertamina SMEXPO 2020 ini merupakan salah satu bentuk implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta tenaga kerja penuh dan produktif.

“Harapannya dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Fajriyah.

Menteri Teten Akan Tingkatkan Penggunaan Produk UMKM Demi Tutup Impor

Menteri Teten Akan Tingkatkan Penggunaan Produk UMKM Demi Tutup Impor

Menteri Teten Akan Tingkatkan Penggunaan Produk UMKM Demi Tutup Impor – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan aktivitas produk impor ada kemungkinan menutupnya. Hal ini terjadi apabila kebutuhan masyarakat dan Pemerintah bisa terpenuhi oleh UMKM di Indonesia.

“Kita dari Kabinet sedang mengupayakan agar konsumsi masyarakat menyerap produk UMKM. Karena itu kalau misalnya kebutuhan konsumsi pemerintah dan masyarakat sudah bisa menyediakan produk dalam negeri maka harus tutup impor,” kata Teten dalam acara Inspirato Sharing Session ‘Memulai Usaha pada Era Krisis’.

Lanjutnya, pada masa pandemi covid-19 ini banyak pelaku UMKM yang permintaannya menurun drastis. Sebab, masyarakat banyak yang kehilangan pekerjaan, baik terkena PHK maupun dirumahkan sehingga pendapatan mereka pun hilang.

Menurutnya meskipun program jaminan sosial memperluas, ia berharap mungkin bisa mengungkit kembali. Konsumsi masyarakat bisa sampai 57 persen seperti sebelum pandemi.

“Kita sedang coba yang punya daya beli itu Pemerintah dan BUMN, tahun ini Rp 321 triliun anggaran 2020 Kementerian sudah memprioritaskan. Untuk membeli produk UMKM, sehingga implementasinya kita bekerja sama dengan LKPP dan daerah agar produk UMKM segera terdaftar dari e-katalog LKPP,” jelasnya.

Ia menegaskan, program e-katalog LKPP ini tidak hanya untuk masa pandemi saja, melainkan akan lanjut ke tahun-tahun berikutnya, hingga menjadi kebijakan resmi ke depannya.

Selain itu, Teten menyebut Kementerian Koperasi dan UKM sedang bekerjasama dengan Kementerian BUMN terkait pengadaan barang dari BUMN.

Menteri Teten Gagas Sekolah Ekspor Agar Produk UMKM Bisa Mendunia

Selain Urusi Modal UMKM, Jokowi Minta Menteri Teten Lakukan Hal Ini

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meresmikan Sekolah Ekspor. Langkah ini untuk meningkatkan produk ekspor UMKM Indonesia kedepannya.

“Soal sekolah ekspor kebetulan waktu itu kita coba-coba ekspor kerupuk ke China. Tapi dari situ kita punya pengalaman ternyata tidak mudah, Lanjutnya muncul ide buat sekolah ekspor,” kata Teten dalam peresmian E-Brochure Smesco Indonesia, Jakarta (19/8/2020).

Beliau menilai konsep yang mengusung dalam Sekolah Ekspor ini bukan sekedar pelatihan-pelatihan saja. Melainkan bagaimana menghubungkan dengan akses tempat kerja, dengan bea cukai, Diaspora, dan lainnya.

“Inilah target kita memang menaikkan volume ekspor kita yang baru 14 persen bisa dua kali lipat. Hanya karena pandemi kita mengukur lagi target-target kita dengan target yang lebih realistis,” ujarnya.

Pasalnya ia melihat ekspor produk UMKM Indonesia masih rendah dari pada negara tetangga. Maka hal itu merupakan tantangan Bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian lain. Khususnya Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan ekspor produk UMKM.

“Yang mengurus kementerian Koperasi dan UKM itu ada 18 Kementerian dan 43 lembaga. Akan tetapi kita akan fokus dari sektor-sektor yang permintaaan luar negerinya banyak, kalau sudah masuk (permintaan) kita bisa menawarkan produk yang lain,” ujarnya.

Ia sangat optimis, karena produk UMKM itu banyak antaranya sektor pertanian dan perikanan yang memiliki potensi yang besar untuk pengembangannya.

Startup Bobobox Pakai IoT Kelola Hotel Kapsul

Startup Bobobox Pakai IoT Kelola Hotel Kapsul – Bobobox, start-up manager kapsul rantai serangan berinovasi COVID-19 pandemi. Bobobox penyajian dua tempat khusus baru yang benda dukungan internet (IO).

Rencana Bobobox Pakai IoT Kelola Hotel

Lokasi hotel Bobobox kapsul di kawasan Malioboro, Yogyakarta dan Juanda, Jakarta Pusat. Ada penambahan dua hostel, Bobobox Total telah di 13 lokasi.

Dia mengatakan CEO Indra Gunawan Bobobox hosting tingkat tren pertumbuhan di Indonesia kapsul. Seiring tren ini, COVID-19 pandemi yang hit saat ini, sehingga kapsul sehingga solusi bagi wisatawan.

Selain itu, Bobobox berinovasi dengan mempromosikan satu langkah lebih lanjut untuk memastikan akses ke catatan input dan berpengalaman keluaran hingg kontak contactless alias bagi konsumen.

Dan berkolaborasi dengan UKM di sekitar kapsul dalam pembangunan ekonomi di tengah pandemi saat ini. Hal ini dilakukan melalui fitur a la carte, di mana UKM dapat menjual produk mereka untuk tamu hotel.

“Melalui teknologi, kita akan merangkul usaha kecil tumbuh bersama,” kata Indra dari dotdotdot.me.

Bobobox juga menerapkan protokol kesehatan di hotel. Menurut ukuran ruangan kecil besutannya alias kapsul lebih aman penyemprotan disinfektan di kamar yang lebih besar. protokol kesehatan untuk proses pemeriksaan di setiap polong tidur, Bobobox hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit.

Bobobox optimis pada pembukaan cabang baru ini data ketenagakerjaan didukung. Dikatakan bahwa sejak Juni, pertumbuhan cadangan telah dimulai.

“Dalam masa transisi dari kemarin baru, tingkat normal pendudukan menunjukkan pemulihan yang kuat membuktikan konsumen domestik berumbuh kembali dengan cepat, karena data kami menunjukkan konsistensi dalam tingkat 80%. Kami optimistis tingkat hunian bisa tumbuh 90% dalam waktu yang tidak terlalu jauh, “pungkasnya.

Dan Hotel ini dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi di seluruh area sehingga selama menginap kamu tak perlu khawatir akses terhadap internet terputus ya! Sama seperti hotel kapsul lainnya, Bobobox menyediakan fasilitas bersama seperti kamar mandi, launge, dan ruang komunal yang bisa dinikmati bersama-sama.