Download Joker123 idnlive agen joker123 Agen Togel IDN Live situs slot online bocoran hk
https://slotpgsoft.com/ https://pragmaticslot24.net/ https://capitduit.live/ https://untung88.wildapricot.org/ http://142.11.212.36/ https://itg-rks.com/ https://judislot24.net/ https://agencasino88.biz/ https://evocasino.me/ https://77tangkas.com/ https://sbobet-online.xyz https://maxbetx.com/ https://playpoker.asia/ http://162.251.85.233/

Skema Bantuan Pemerintah pada 4 Kategori UMKM

Skema Bantuan Pemerintah pada 4 Kategori UMKM

Skema Bantuan Pemerintah pada 4 Kategori UMKM – Direktur Bisnis Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI), Supari, menyebut ada 4 profil kerentanan pelaku usaha UMKM di masa pandemi Covid-19 ini. Empat profil kerentanan ini menjadi basis pemerintah atau mitra kerja pemerintah dalam memberikan bantuan agar tepat sasaran.

“Jika kita petakan sebenarnya profil UMKM pada masa pandemi ini ada empat,” kata Supari dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 Jakarta, Jumat (4/9).

Pertama, profil UMKM paling rentan karena tidak memiliki tabungan dan tidak punya pinjaman pada lembaga keuangan formal. Selain itu, UMKM ini tidak terjangkau pula dengan lembaga keuangan formal.

Supari mengatakan dengan profil seperti ini mereka harus mendapatkan bantuan dari pihak ketiga. Bantuan sosial ini bisa kita dapatkan dari pemerintah baik itu lewat Kementerian Sosial atau Kementerian Desa dan PDT.

“Yang paling rentan itu harus segera mendapatkan bantuan sosial, baik itu dari Kementerian Sosial atau Kementerian Desa lewat dana desa,” kata Supari.

Kedua, pelaku usaha UMKM yang tidak punya tabungan tetapi punya pinjaman. Profil UMKM seperti ini sudah menggunakan modal kerjanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Supari menyebut, pada saat aktivitas ekonomi mulai berjalan mereka memerlukan tambahan modal kerja. Sehingga pada pelaku usaha kategori ini bantuan yang cocok  pemerintah berikan yakni restrukturisasi kredit, subsidi bunga kredit lunak tambahan kerja bersubsidi dengan pola penjaminan.

“Ini jadi sasaran program bantuan presiden produktif,” kata Supari.

Namun, dalam kategori ini bantuan sosial yang  pemerintah berikan tidak langsung dberguna untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Mereka menyimpan sebagian bantuan pemerintah untuk mendapat modal kerja.

Supari menyebut, dua jenis profil UMKM ini seharusnya sudah tersentuh bantuan dari pemerintah. Tetapi jika masih ada yang belum tersentuh pemerintah ia mengira terjadi karena proses sosialisasi pada bagian bawah.

BRI Jamin Penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro Tak Dikenai Biaya

Dalam program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bank BRI memainkan dua peran sekaligus. Yakni sebagai pengusul peserta program dan sebagai penyalur dana program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Stimulus ini  pemerintah berikan dalam bentuk tambahan modal usaha bagi pelaku usaha mikro yang belum pernah mengajukan kredit usaha pada bank atau lembaga pembiayaan.

Sebagai pengusul, Bank BRI bertugas mencari calon penerima yang sudah terdaftar sebagai nasabah bank. Nasabah Simpedes dengan maksimal saldo Rp 2 juta menjadi sasaran BRI untuk mendaftarkan sebagai penerima bantuan modal ke Kementerian Koperasi dan UKM. Setidaknya, ada 4,3 juta nasabah bank plat merah ini yang sesuai dengan kriteria penerima program BPUM.

“BRI punya 4,3 juta yang sekarang ini oleh petugas bank sedang validasi datanya dalam lapangan, apakah betul usaha mikro atau super mikro,” kata Direktur Bisnis Mikro Bank BRI, Supari dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9  Jakarta, Jumat (4/9).

Selain mengumpulkan data dari internal, BRI juga menghimpun data dari dinas atau instansi terkait. Salah satunya lewat dinas koperasi baik pada tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Lalu ada juga melalui pedagang pasar yang belum memiliki rekening Bank BRI dan anggota luster yang belum terhubung dengan bank baik untuk simpanan atau pinjaman. Semua calon penerima harus memenuhi kriteria Permenkop dengan tanggung jawab dan validitas identitas dan usaha.

Sementara itu, sebagai penyalur, BRI berperan untuk menyalurkan dana BPUM dari pemerintah kepada penerima bantuan yang telah pengusulannya. Pemberian bantuan langsung  kepada penerima melalui transfer dana ke masing-masing rekening.

Ribuan Produk UMKM Siap Ramaikan Pertamina SMEXPO 2020

Ribuan Produk UMKM Siap Ramaikan Pertamina SMEXPO 2020

Produk UMKM Siap Ramaikan Pertamina SMEXPO 2020 – Ajang Pertamina SMEXPO 2020 tinggal menghitung hari. Acara pameran virtual expo UMKM terbesar di Indonesia ini akan dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 11 September 2020. Ada ribuan produk dari 100 UMKM binaan Pertamina dari berbagai wilayah Indonesia akan hadir meramaikan acara tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, virtual expo ini persiapan oleh Pertamina sebagai ajang bangkitnya industri UMKM akibat dampak pandemi Covid-19. Tak hanya itu, acara ini juga sekaligus sebagai ajang pembuktian kualitas produk UMKM dalam negeri yang sudah diakui banyak pihak.

“Produk-produk UMKM binaan Pertamina mempunyai kualitas yang laku oleh pasar internasional. Maka, kita harus maksimalkan potensi itu,” tegasnya

Untuk menarik minat masyarakat, imbuh Fajriyah, pengunjung Pertamina SMEXPO dapat menjelajahi empat kategori besar produk UMKM pada Pertamina SMEXPO 2020. Keempatnya adalah Food & Beverage, Craft/Furniture, Agrobisnis, dan Fashion. Dengan adanya kategori ini, dapat memudahkan masyarakat untuk mencari jenis barang yang inginkan.

Setiap peserta dan kategori mempunyai keunggulan masing-masing. Fajriyah mencontohkan, untuk kuliner ada Rendang Erika dari Payakumbuh, Sumatera Barat yang sudah terkenal enak dan menguasai pasar rendang kering ari daerahnya atau Hitara Black Garlic yang sudah ekspor ke sejumlah negara. Untuk kategori craft salah satunya ada Neon Kreasi milik Darmawati Halik, kerajinan ini menciptakan dari neon bekas yang menyulap menjadi hiasan kaca yang cantik.

Ajang UMKM Melek Digital

Kategori Agrobisnis terdapat Mejuah-Juah, yaitu minyak rempah yang kepercayaannya mujarab dan baik untuk menjaga kesehatan. Sedangkan kategori fashion ada Tenun Ikat Bima milik Riyan Hidayat yang cukup dapat perhatian saat ikuti China-ASEAN Expo 2019 (Caexpo 2019) yang berlangsung pada Nanning, China. Juga ada Azizah Songket milik Evan Setiawan dengan keunggulan pewarna alam yang memakai, mulai dari akar, kulit, biji, dan kayu. Sehingga menghasilkan warna yang lembut dan tentunya ramah lingkungan.

Selain kebutuhan sehari-hari, masing-masing tenant peserta Pertamina SMEXPO 2020 juga menyuguhkan produk asli wilayahnya. Sehingga, masyarakat dapat mendapatkan barang khas dari berbagai wilayah Indonesia, hanya dengan mengakses laman Pertamina SMEXPO 2020 pada www.pertaminasmexpo.com.

Tak hanya mempermudah masyarakat dalam berbelanja, menurut Fajriyah, Pertamina SMEXPO 2020 dapat menjadikan UMKM MB Pertamina agar “melek digital” dengan masing-masing produk unggulannya tersebut.

”Jika sudah menguasai dunia digital, maka akan mudah memasarkan produknya ke penjuru daerah Indonesia bahkan dunia,” terangnya.

Gelaran Pertamina SMEXPO 2020 ini merupakan salah satu bentuk implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta tenaga kerja penuh dan produktif.

“Harapannya dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Fajriyah.

Menteri Teten Akan Tingkatkan Penggunaan Produk UMKM Demi Tutup Impor

Menteri Teten Akan Tingkatkan Penggunaan Produk UMKM Demi Tutup Impor

Menteri Teten Akan Tingkatkan Penggunaan Produk UMKM Demi Tutup Impor – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan aktivitas produk impor ada kemungkinan menutupnya. Hal ini terjadi apabila kebutuhan masyarakat dan Pemerintah bisa terpenuhi oleh UMKM di Indonesia.

“Kita dari Kabinet sedang mengupayakan agar konsumsi masyarakat menyerap produk UMKM. Karena itu kalau misalnya kebutuhan konsumsi pemerintah dan masyarakat sudah bisa menyediakan produk dalam negeri maka harus tutup impor,” kata Teten dalam acara Inspirato Sharing Session ‘Memulai Usaha pada Era Krisis’.

Lanjutnya, pada masa pandemi covid-19 ini banyak pelaku UMKM yang permintaannya menurun drastis. Sebab, masyarakat banyak yang kehilangan pekerjaan, baik terkena PHK maupun dirumahkan sehingga pendapatan mereka pun hilang.

Menurutnya meskipun program jaminan sosial memperluas, ia berharap mungkin bisa mengungkit kembali. Konsumsi masyarakat bisa sampai 57 persen seperti sebelum pandemi.

“Kita sedang coba yang punya daya beli itu Pemerintah dan BUMN, tahun ini Rp 321 triliun anggaran 2020 Kementerian sudah memprioritaskan. Untuk membeli produk UMKM, sehingga implementasinya kita bekerja sama dengan LKPP dan daerah agar produk UMKM segera terdaftar dari e-katalog LKPP,” jelasnya.

Ia menegaskan, program e-katalog LKPP ini tidak hanya untuk masa pandemi saja, melainkan akan lanjut ke tahun-tahun berikutnya, hingga menjadi kebijakan resmi ke depannya.

Selain itu, Teten menyebut Kementerian Koperasi dan UKM sedang bekerjasama dengan Kementerian BUMN terkait pengadaan barang dari BUMN.

Menteri Teten Gagas Sekolah Ekspor Agar Produk UMKM Bisa Mendunia

Selain Urusi Modal UMKM, Jokowi Minta Menteri Teten Lakukan Hal Ini

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meresmikan Sekolah Ekspor. Langkah ini untuk meningkatkan produk ekspor UMKM Indonesia kedepannya.

“Soal sekolah ekspor kebetulan waktu itu kita coba-coba ekspor kerupuk ke China. Tapi dari situ kita punya pengalaman ternyata tidak mudah, Lanjutnya muncul ide buat sekolah ekspor,” kata Teten dalam peresmian E-Brochure Smesco Indonesia, Jakarta (19/8/2020).

Beliau menilai konsep yang mengusung dalam Sekolah Ekspor ini bukan sekedar pelatihan-pelatihan saja. Melainkan bagaimana menghubungkan dengan akses tempat kerja, dengan bea cukai, Diaspora, dan lainnya.

“Inilah target kita memang menaikkan volume ekspor kita yang baru 14 persen bisa dua kali lipat. Hanya karena pandemi kita mengukur lagi target-target kita dengan target yang lebih realistis,” ujarnya.

Pasalnya ia melihat ekspor produk UMKM Indonesia masih rendah dari pada negara tetangga. Maka hal itu merupakan tantangan Bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian lain. Khususnya Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan ekspor produk UMKM.

“Yang mengurus kementerian Koperasi dan UKM itu ada 18 Kementerian dan 43 lembaga. Akan tetapi kita akan fokus dari sektor-sektor yang permintaaan luar negerinya banyak, kalau sudah masuk (permintaan) kita bisa menawarkan produk yang lain,” ujarnya.

Ia sangat optimis, karena produk UMKM itu banyak antaranya sektor pertanian dan perikanan yang memiliki potensi yang besar untuk pengembangannya.

Startup Bobobox Pakai IoT Kelola Hotel Kapsul

Startup Bobobox Pakai IoT Kelola Hotel Kapsul – Bobobox, start-up manager kapsul rantai serangan berinovasi COVID-19 pandemi. Bobobox penyajian dua tempat khusus baru yang benda dukungan internet (IO).

Rencana Bobobox Pakai IoT Kelola Hotel

Lokasi hotel Bobobox kapsul di kawasan Malioboro, Yogyakarta dan Juanda, Jakarta Pusat. Ada penambahan dua hostel, Bobobox Total telah di 13 lokasi.

Dia mengatakan CEO Indra Gunawan Bobobox hosting tingkat tren pertumbuhan di Indonesia kapsul. Seiring tren ini, COVID-19 pandemi yang hit saat ini, sehingga kapsul sehingga solusi bagi wisatawan.

Selain itu, Bobobox berinovasi dengan mempromosikan satu langkah lebih lanjut untuk memastikan akses ke catatan input dan berpengalaman keluaran hingg kontak contactless alias bagi konsumen.

Dan berkolaborasi dengan UKM di sekitar kapsul dalam pembangunan ekonomi di tengah pandemi saat ini. Hal ini dilakukan melalui fitur a la carte, di mana UKM dapat menjual produk mereka untuk tamu hotel.

“Melalui teknologi, kita akan merangkul usaha kecil tumbuh bersama,” kata Indra dari dotdotdot.me.

Bobobox juga menerapkan protokol kesehatan di hotel. Menurut ukuran ruangan kecil besutannya alias kapsul lebih aman penyemprotan disinfektan di kamar yang lebih besar. protokol kesehatan untuk proses pemeriksaan di setiap polong tidur, Bobobox hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit.

Bobobox optimis pada pembukaan cabang baru ini data ketenagakerjaan didukung. Dikatakan bahwa sejak Juni, pertumbuhan cadangan telah dimulai.

“Dalam masa transisi dari kemarin baru, tingkat normal pendudukan menunjukkan pemulihan yang kuat membuktikan konsumen domestik berumbuh kembali dengan cepat, karena data kami menunjukkan konsistensi dalam tingkat 80%. Kami optimistis tingkat hunian bisa tumbuh 90% dalam waktu yang tidak terlalu jauh, “pungkasnya.

Dan Hotel ini dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi di seluruh area sehingga selama menginap kamu tak perlu khawatir akses terhadap internet terputus ya! Sama seperti hotel kapsul lainnya, Bobobox menyediakan fasilitas bersama seperti kamar mandi, launge, dan ruang komunal yang bisa dinikmati bersama-sama.