UMKM Berperan Atasi Krisis Pangan Selama Pandemi Covid-19

UMKM Berperan Atasi Krisis Pangan Selama Pandemi Covid-19

UMKM Berperan Atasi Krisis Pangan Selama Pandemi Covid-19

UMKM Berperan Atasi Krisis Pangan Selama Pandemi Covid-19 – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, ancaman resesi akibat Pandemi Covid-19 memang sudah ada depan mata. Namun, hal ini harus segera menyiapkan solusinya.

“Kita mengalami indeks ketidakpastian yang sangat tinggi, ini saja kita sudah masuk dalam fase resesi. Jangan denial, terima saja dan siapkan langkahnya,” kata Sandiaga dalam keterangan persnya, Minggu (9/6/2020).

Pendiri OK OCE Indonesia ini menyebut, salah satu dampak pandemi Covid-19 adalah krisis pangan. Semua pihak harus mengantisipasinya, termasuk UMKM.

Ia juga menjelaskan, Indonesia sudah seharusnya mengambil ancang-ancang, mengingat adanya prediksi akhir tahun atau awal tahun depan akan terjadi krisis pangan.

“Yang bisa terjadi adalah krisis pangan, UMKM harus mengantisipasi 2 hal. Pasokannya, harga-harga,” ungkap Sandiaga.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini memandang, ada beberapa hal yang dapat perkuat dalam menghadapi pandemi ini, seperti sektor kesehatan dan pangan. Upaya dapat lakukan pada sektor pangan bisa dengan menerapkan pelatihan berhubungan ketahanan pangan kepada pelaku UMKM.

“Kemudian sektor kesehatan, bagaimana memastikan perilaku bermasyarakat paling tidak sampai vaksin itu sukses, lakukan dan terapkan menjaga jarak, tidak dalam kerumunan, rajin cuci tangan dan pakai masker,” Sandiaga menandasi.

Turunkan Zona Merah

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto menyatakan, saat ini pemerintah akan fokus pada beberapa provinsi dengan terget menurunkan indikator merah jadi kuning sebelum pelaksanaan Pilkada Desember mendatang.

“Penanganan Covid-19 akan fokus pada beberapa provinsi dengan target menurunkan indikator dari merah menjadi kuning/hijau sebelum Pilkada,” kata Airlangga mengkutip dalam halaman setkab.go.id, Minggu (6/9/2020).

Sementara itu, strategi penanganan Covid-19 pun terus jadi perhatian. Yaitu melalui gerakan 3 M memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Serta 3T test, trace, dan treat,” ungkap Airlangga.

Airlangga menambahkan, strategi untuk menurunkan tingkat kematian melalui peningkatan fasilitas dan kapasitas Layanan Kesehatan. Mulai dari puskesmas, rumah sakit serta dukungan dari tenaga medis.

“Kampanye masif Gerakan 3 M terus akan melanjutkan. Kampanye Memakai Masker yang tawalnya sampai tanggal 6 September ini, tetap akan terus dan akan lebih masif lagi. Sedangkan kampanye menjaga jarak melaksanakan 7 September sampai 6 Oktober. Lalu kampanye mencuci tangan akan melaksanakan mulai 7 Oktober hingga November 2020,” ungkap Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menambahkan, perkembangan situasi Covid-19 yakni secara global jumlah kasus sebanyak 26.121.999 kasus, dengan Recovery Rate 70,4%, dan umlah kematian 864,618 atau CFR 3,3% di 215 Negara Terjangkit. Tetapi di Indonesia, Airlangga mengklaim bahwa jumlah jumlah sembuh di Indonesia lebih tinggi daripada global.

“Recovery Rate Indonesia lebih tinggi daripada global,” ungkap Airlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *